No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Rumah Pangan B2SA untuk Penanganan Stunting Berkelanjutan

Hasan by Hasan
Rabu 18 September 2024
in Menyapa Nusantara
0
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal menyuapkan makanan pada anak di Rumah Pangan B2SA, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Indriani)

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal menyuapkan makanan pada anak di Rumah Pangan B2SA, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Indriani)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Aroma makanan menyerbak dari sebuah tenda yang mulai dipenuhi pengunjung. Di sisi kiri terlihat sejumlah ibu sedang mengaduk adonan yang terdiri dari belut, wortel, telur, sayuran, dan tepung terigu. Adonan tersebut kemudian dimasak dalam wadah bulat, hingga membentuk seperti bola.

Sementara di sisi lain, para ibu dengan mengenakan seragam PKK tengah disibukkan dengan memasak sayur kluwih yang dicampur dengan tempe.

Baiq Nurul Aini (35) terlihat menggendong putri keduanya Ayudia Inara (3), mencari kursi yang masih kosong dan bergabung bersama para ibu lainnya yang juga membawa anaknya di dalam tenda tersebut. Ia bersama ibu-ibu lainnya menanti makanan yang selesai dimasak itu dibagikan.

Meski sudah berusia tiga tahun, Ayudia tidak seperti anak-anak pada umumnya. Tubuhnya kurus dan wajahnya tidak bersemangat. Baiq Nurul mengakui Ayudia tidak seperti anak-anak lainnya.

“Dua bulan lalu beratnya hanya 10,3 kilogram,” kata Baiq, saat ditemui ANTARA di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Sejak mengikuti program Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), perlahan berat badan Ayudia mengalami kenaikan. Kegiatan yang dilakukan tiga kali sepekan itu membagikan makanan B2SA kepada anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Kini, berat Ayudia bertambah 1 kg, apalagi Baiq sangat rutin mengikuti kegiatan tersebut.

Ayudia dulu tidak menyukai sayuran dan pilih-pilih soal makanan. Baiq pun hampir kehilangan akal, tapi sejak menjadi peserta program Rumah Pangan B2SA itu, perlahan-lahan perilaku makan anak keduanya tersebut berubah. Anaknya yang dulu tidak menyukai sayur dan buah, perlahan belajar memakan sayur dan buah. Pasalnya, makanan yang dibagikan harus dihabiskan dan tidak boleh dibawa pulang.

Melihat anak-anak lain makan, Ayudia pun mau makan bersama-sama dan makanan yang disediakan habis dilahap.

Tidak hanya di tempat program B2SA, di rumah pun Baiq mencoba untuk berkreasi dengan membuat berbagai makanan yang dapat menggugah selera anaknya. Tidak jarang, ia membuat makanan yang serupa dengan yang didapatkannya di rumah pangan tersebut.

Baca Juga :  Ibu Kota Nusantara Jalin Kerja Sama dengan Kota Brasilia

Selain mendapatkan makanan bergizi gratis, para orang tua pun diberikan edukasi bagaimana pola asuh anak serta cara mengolah bahan pangan yang baik. Bagi masyarakat, program seperti itu penting bagi orang tua dan juga anak. Orang tua mendapatkan pengetahuan bagaimana menyediakan makanan yang bergizi yang berbasiskan pangan lokal yang mudah dijangkau dan anak-anak menyukainya.

Kepala Desa Sukarara Samanhudi mengatakan desanya termasuk salah satu lokasi fokus penanganan stunting di Lombok Tengah. Prevalensi stunting di desa itu mencapai 58 persen.

Salah satu penyebabnya adalah pola asuh, khususnya pemberian makanan pada anak yang belum terarah.

Masyarakat juga banyak yang belum memahami terkait nilai gizi dari makanan yang diberikan kepada anak. Sebagian besar masyarakat di desanya berprofesi sebagai petani dan penenun. Tidak jarang, agar tak mengganggu pekerjaan, orang tua memberikan anak makanan ringan nirgizi.

Padahal, akses makanan sehat di daerah itu mudah didapat, seperti belut yang kaya dengan protein, juga sayuran dan buah-buahan. Melalui Rumah Pangan B2SA, para orang tua diharapkan dan dididik untuk mengubah pola pikir dalam pengasuhan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal. Setiap peserta harus mengikuti 60 kali program makanan bergizi tersebut.

Lewat program itu, pemerintah mengajak para orang tua untuk mengutamakan anak dulu. Kalau anak sudah tidur, baru menenun atau melakukan pekerjaan lainnya. Jangan sampai anak terabaikan lalu diberi makanan yang kurang bergizi.

Tidak Sekadar Kenyang

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal mengatakan orang tua perlu selektif dalam memberikan makanan pada anaknya yang sedang bertumbuh.

Orang tua tidak boleh sembarangan memberikan makanan pada anak yang sedang bertumbuh. Makan mi (instan) dengan nasi itu kenyang, tapi tidak sehat. Karena itu, melalui program Rumah Pangan B2SA ini, pemerintah mengubah kebiasaan makan yang sekadar kenyang menjadi makan yang sehat.

Rumah Pangan B2SA merupakan program Badan Pangan Nasional yang bertujuan menyosialisasikan, mengedukasi dan mengimplementasikan ke masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan B2SA.

Program Rumah Pangan B2SA itu juga bertujuan mengintervensi pemberian makanan B2SA kepada anak yang mengalami stunting, gizi buruk, gizi kurang, ibu hamil, dan ibu menyusui, dalam rangka menurunkan angka stunting dan daerah rentan bahan pangan. Setiap lokasi yang mendapatkan bantuan Rumah Pangan B2SA tersebut mendapatkan dana sebesar Rp60 juta per lokasi. Kegiatan tersebut melibatkan kelompok masyarakat yang beranggotakan kader PKK desa. Dengan demikian diharapkan dapat menggerakkan perekonomian setempat.

Baca Juga :  Kemenkes Siapkan Lebih Dari 2.000 Beasiswa Medis Tahun Ini

Mengapa pemerintah melibatkan anggota PKK dalam program ini? Karena yang menyiapkan makanan biasanya adalah para ibu dan ibu harus tahu seperti apa makanan sehat itu.

Pertemuan dilakukan selama tiga kali dalam sepekan tersebut, tidak hanya diberikan menu makanan B2SA yang memenuhi kaidah “Isi Piringku” yang terdiri dari sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, seperenam buah, dan seperenam lauk pauk yang tersedia dalam satu piring, para ibu juga diberikan edukasi mengenai pola makan yang baik dari tim pendamping gizi.

Untuk tumbuh sehat, tubuh manusia membutuhkan setidaknya 40 zat gizi. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi harus beragam setiap harinya.

Karena itu, pemerintah menekankan bahwa anak yang menjadi peserta program ini tidak boleh diganti dan harus mengikuti program ini hingga akhir.

Terdapat tiga komponen dalam Rumah Pangan B2SA, yakni dapur pengolahan pangan B2SA, makan bersama B2SA dan sosialisasi konsumsi pangan B2SA. Untuk dapur pengolahan pangan B2SA, yang mana kelompok menyusun menu B2SA, sesuai dengan potensi sumber daya lokal yang selanjutnya dibagikan kepada sasaran penerima makanan B2SA di daerah stunting dan rentan rawan pangan.

Makan bersama B2SA, yakni kegiatan makan bersama yang dilaksanakan di rumah pangan B2SA, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi konsumsi pangan B2SA oleh pendamping. Terakhir, sosialisasi konsumsi pangan B2SA yang dilaksanakan sebanyak tiga kali yang meliputi sosialisasi kepada anggota kelompok sebanyak satu kali dan kepada masyarakat sebanyak dua kali.

Lewat program ini, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk menekan angka prevalensi stunting dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi, khususnya bagi tumbuh kembang anak.(Antara/gopos)

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

Yonif 713/Satya Tama Berganti Pucuk Pimpinan

Next Post

Infografik: Indonesia Berhasil Turunkan Kadar Bahan Perusak Ozon

Related Posts

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto: Antara/Marco)
Menyapa Nusantara

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif

Senin 10 Agustus 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menunjukkan data penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan III pada konferensi pers di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Menteri Sosial mengatakan sebanyak 15,21 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sembako triwulan II berlanjut ke triwulan III dan penyaluran kepada 1,49 juta KPM ditangguhkan karena teridentifikasi melakukan transaksi judi online. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Menyapa Nusantara

Jangan Biarkan Si Miskin Jadi Mangsa Bandar Judol

Sabtu 8 Agustus 2026
Menyapa Nusantara

HUT Ke-81 RI Usung Tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Senin 3 Agustus 2026
Menyapa Nusantara

Menulis di Era AI: Dari kegelisahan ke Kelancaran Gagasan

Jumat 31 Juli 2026
Kawasan Mangrove di wilayah Marisa, Pohuwato
Menyapa Nusantara

Menjadikan Alam sebagai Keunggulan Ekonomi Baru

Selasa 28 Juli 2026
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro. ANTARA/Fath Putra Mulya
Menyapa Nusantara

DPR Ingatkan Gubernur BI Baru Harus Jaga Independensi

Selasa 28 Juli 2026
Next Post

Infografik: Indonesia Berhasil Turunkan Kadar Bahan Perusak Ozon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kuasa hukum korban, Rizka Umar diwawancarai gopos.id.

    Owner Kedai Kopi di Gorontalo Diduga Lakukan Pelecehan ke Mantan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus DPD-DPC ABPEDNAS Gorontalo Dilantik: Wujudkan Kolaborasi Daerah dan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa SMP Tewas Tenggelam di Pantai Muara Kasih Bonepantai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Gorontalo Minta ABPEDNAS Berkolaborasi Bangun Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Agung Muda Suntik Motivasi Mahasiswa Baru UNG: Kuliah Butuh Konsistensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.