GOPOS.ID, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui RSUD dr. Hasri Ainun Habibie resmi memulai tahapan pembangunan fasilitas radioterapi yang terdiri atas Ruang Linear Accelerator (LINAC), CT-Simulator, dan Brachytherapy.
Proyek yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 itu diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan layanan kanker di wilayah Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.
Pembangunan diawali dengan rapat koordinasi yang melibatkan manajemen rumah sakit, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyedia jasa konstruksi, konsultan pengawas, serta unsur teknis lainnya guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr. Fitriyanto Rajak, mengatakan pembangunan fasilitas radioterapi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien kanker tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Fasilitas ini diharapkan mampu menghadirkan layanan radioterapi yang lebih dekat, lebih cepat, dan memenuhi standar keselamatan nasional sehingga masyarakat Gorontalo maupun wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan yang lebih komprehensif,” kata dr. Fitriyanto.
Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap bahwa seluruh penyempurnaan dokumen teknis telah diselesaikan. Saat ini proses koordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) masih berlangsung untuk memperoleh rekomendasi teknis sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Sembari menunggu rekomendasi tersebut, penyedia jasa bersama konsultan pengawas diminta menyelesaikan seluruh pekerjaan persiapan sehingga pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan tanpa mengalami keterlambatan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pembangunan selesai paling lambat 15 Desember 2026 agar sejalan dengan jadwal penyelesaian administrasi dan penyerapan Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2026.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menekankan pentingnya pelaksanaan proyek yang mengedepankan prinsip kualitas, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan waktu.
Seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing dengan tetap mematuhi spesifikasi teknis, prosedur pengadaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan agar hasil pembangunan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis.
Manajemen RSUD dr. Hasri Ainun Habibie juga menegaskan bahwa pembangunan fasilitas radioterapi memiliki karakteristik khusus karena berkaitan langsung dengan keselamatan radiasi. Oleh sebab itu, setiap tahapan konstruksi harus memenuhi standar teknis yang ditetapkan, mulai dari kualitas bangunan bunker radioterapi hingga kelengkapan dokumentasi pekerjaan.
Peran konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen dinilai sangat penting dalam memastikan setiap pekerjaan sesuai spesifikasi, jadwal pelaksanaan, dan standar mutu konstruksi. Pengawasan dilakukan sejak tahap persiapan hingga penyelesaian proyek guna menjamin kualitas bangunan sebelum memasuki proses pengujian.
Setelah konstruksi rampung, fasilitas LINAC akan menjalani serangkaian uji keselamatan radiasi oleh BAPETEN sebelum memperoleh izin operasional. Pengujian tersebut menjadi syarat utama agar fasilitas dapat digunakan secara aman sesuai standar nasional dalam pelayanan radioterapi.
Keberadaan fasilitas LINAC, CT-Simulator, dan Brachytherapy di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie diharapkan mampu memperkuat layanan onkologi di Provinsi Gorontalo. Selama ini, pasien yang membutuhkan terapi radiasi umumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah dengan konsekuensi biaya, waktu, dan beban psikologis yang lebih besar.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pelayanan kanker dapat dilakukan lebih terintegrasi di daerah sendiri sehingga masyarakat memperoleh akses pengobatan yang lebih mudah, aman, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke provinsi lain.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan, meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, serta menghadirkan pemerataan akses terhadap teknologi kesehatan modern bagi masyarakat Gorontalo. (adm-01/gopos)








