GOPOS.ID, GORONTALO – Kemarau panjang dalam kurung waktu beberapa bulan terakhir ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa turun langsung menyalurkan air bersih di sejumlah wilayah Gorontalo Utara.
“Saya bersama sejumlah tokoh lokal, antara lain Mansur Akune, Diny Aleg dari NasDem Dapil Kwandang, Rizan Demanto, serta Jeri Kiswanto, anggota legislatif dari Dapil Kecamatan Sumalata Timur, bergerak langsung menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan,” jelas Ridwan.
Menurut politisi NasDem itu, kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan menyalurkan air. Akan tetapi adalah ikhtiar sederhana untuk memastikan bahwa di tengah kesulitan, rakyat tidak merasa berjalan sendirian.
Kata Ridwan, air bersih mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sederhana bagi mereka yang mudah mendapatkannya. Tetapi bagi warga yang harus mencari air dari tempat yang jauh, menunggu bantuan, atau menghadapi sumur yang mengering, air menjadi persoalan kehidupan itu sendiri.
Karena itu, ketika rakyat mengalami kesulitan, kehadiran kita tidak boleh hanya dalam bentuk kata-kata.
“Saya melihat persoalan ini juga sebagai pesan penting bagi pemerintah. Krisis air bersih akibat kemarau tidak boleh selalu diperlakukan sebagai kejadian musiman yang selesai setelah hujan turun,” ujarnya.
Lanjut Ridwan, jika pola kekeringan berlangsung berulang setiap tahun, maka kita membutuhkan kebijakan yang lebih permanen pemetaan wilayah rawan kekeringan, pembangunan dan pemeliharaan sumber air, embung dan sumur, sistem distribusi air bersih, serta mekanisme respons cepat ketika masyarakat mulai mengalami krisis.
Politik pada akhirnya harus kembali kepada persoalan-persoalan dasar kehidupan rakyat. Apa arti pembangunan jika seorang ibu masih harus memikirkan dari mana mendapatkan air untuk keluarganya?
“Apa arti pertumbuhan ekonomi jika kebutuhan paling dasar masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi,” ucap Ridwan.
Menurut dia, bantuan air bersih hari ini bukan hanya tentang berapa tangki air yang dapat kita distribusikan. Ia adalah pengingat bahwa politik harus memiliki wajah manusia. Politik harus hadir ketika rakyat membutuhkan, mendengar ketika rakyat mengeluh, dan bekerja mencari solusi agar persoalan yang sama tidak terus berulang.
“Saya bersama kawan-kawan yang hadir di tengah masyarakat tentu menyadari bahwa langkah ini tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan. Tetapi setidaknya ada satu pesan yang ingin kami sampaikan ketika rakyat sedang kesulitan, solidaritas tidak boleh ikut mengering,” katanya.
Dan lebih jauh dari itu, kita harus mendorong agar krisis air bersih Gorontalo Utara menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sebab air bukan sekadar komoditas dan bukan pula sekadar bantuan saat bencana. Air adalah kebutuhan dasar dan bagian dari hak masyarakat untuk hidup secara layak.
“Hari ini kita mengalirkan air untuk rakyat. Besok, tugas kita adalah memastikan agar rakyat tidak lagi harus menunggu bantuan untuk mendapatkan air bersih,”tutup Ridwan (Isno/rls/gopos)








