No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Rekaman Kabag ULP Bone Bolango Tak Sah Secara Hukum

Indra Saud by Indra Saud
Rabu 5 November 2025
in Bone Bolango
0
Ahli Hukum Pidana dari Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Apriyanto Nusa, SH., MH

Ahli Hukum Pidana dari Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Apriyanto Nusa, SH., MH

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Rekaman pembicaraan telepon yang diduga melibatkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (Kabag ULP) Kabupaten Bone Bolango terus beredar luas di tengah masyarakat. Beredarnya rekaman itu memicu gelombang demonstrasi di depan kantor Kejaksaan, dan bahkan dijadikan bahan laporan dugaan praktik bagi-bagi proyek di daerah tersebut.

Menanggapi fenomena tersebut, Ahli Hukum Pidana dari Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Apriyanto Nusa, SH., MH, menilai bahwa rekaman pembicaraan itu tidak memiliki kekuatan hukum karena diperoleh dengan cara yang melawan hukum.

Menurut Dr. Apriyanto, rekaman tersebut dibuat oleh seseorang berinisial A tanpa izin atau sepengetahuan Kabag ULP. Ia mengungkapkan, perekaman pembicaraan tanpa izin merupakan tindakan melawan hukum karena melanggar hak privasi seseorang.

Apriyanto kemudian menyinggung kasus serupa pada tahun 2016, yakni kasus rekaman pembicaraan antara Ketua DPR RI saat itu, Setya Novanto, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Ma’roef Sjamsudin, yang dikenal dengan istilah “Papa Minta Saham”.

Baca Juga :  Family Gathering di Hari Kerja, Camat Tilongkabila Klaim Pelayanan Tetap Berjalan

Dalam kasus tersebut, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 20/PUU-XIV/2016 menyatakan bahwa alat bukti elektronik tidak sah apabila diperoleh dengan cara yang melanggar hukum.

“MK menegaskan bahwa penyadapan atau perekaman tanpa izin adalah pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak privasi dalam berkomunikasi sebagaimana dijamin Pasal 28F UUD 1945,”jelas Apriyanto pada keterangan resminya, Selasa (4/11/2025).

Lebih lanjut, dia membeberkan, dalam putusan itu, MK juga menekankan bahwa penyadapan hanya boleh dilakukan oleh aparat penegak hukum dan harus mendapat izin dari pengadilan. Wewenang penyadapan tidak dapat dilakukan oleh individu tanpa dasar hukum yang sah.

Baca Juga :  THR ASN Bone Bolango Siap Cair, Anggaran Rp21 Miliar Digelontorkan

“Karena itu, rekaman yang beredar terkait Kabag ULP Bone Bolango tidak bisa dijadikan alat bukti. Proses perolehannya tidak sah menurut hukum,”beber Apriyanto.

Ia  menambahkan, tindakan penyadapan atau perekaman tanpa izin telah diatur sebagai tindak pidana dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagaimana diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2024.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan intersepsi atau penyadapan atas informasi elektronik milik orang lain dapat dipidana penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp800 juta.

“Perbuatan seperti itu tidak dapat dinormalisasi. Ini jelas merupakan pelanggaran hukum yang mencederai prinsip hak privasi warga negara,”tutupnya. (Indra/Gopos)

Tags: Ahli Hukum PidanaApriyanto NusaBone BolangoRekaman Kabag ULP
Previous Post

Gempa 6.2 SR Guncang Gorontalo, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Next Post

NTP Gorontalo Oktober 2025 Naik Tipis, Sektor Tanaman Pangan dan Perikanan Jadi Penopang

Related Posts

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia
Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Pertanyakan Kaitan Unggahan Medsos dengan Honor Nakes

Selasa 27 Oktober 2026
Sekda Iwan Mustapa saat menghadiri Sosialisasi dan Bimbingan Teknis yang dirangkaikan dengan peluncuran PAKET ASN di Auditorium GIIS BKPSDM Provinsi Gorontalo, Jumat (23/10/2026).
Bone Bolango

PAKET ASN Hadir, Pemantauan Hak Pegawai di Bone Bolango Diperkuat

Jumat 23 Oktober 2026
Kejaksaan Negeri Bone Bolango menghadirkan 14 layanan, mulai dari pelayanan hukum dan kesehatan gratis hingga penataan aset daerah melalui program Bakti Jaksa untuk Masyarakat di Center Point Bone Bolango, Kamis (5/11/2026) mendatang.
Bone Bolango

Bakti Jaksa Bone Bolango Dekatkan 14 Layanan Publik

Senin 19 Oktober 2026
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat meninjau ruang kelas SNT 6 Bone Bolango di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Gorontalo, Jumat (16/10/2026).
Bone Bolango

Kehadiran SNT Jadi Pemicu Bone Bolango Perkuat Sekolah Unggulan

Jumat 16 Oktober 2026
Beragam karya murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango, mulai dari seni tari, robotika hingga aplikasi digital, mencuri perhatian Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menghadiri Gelar Kriya (Open House) SNT 6 Bone Bolango di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Gorontalo, Jumat (16/10/2026).
Bone Bolango

Karya Murid SNT 6 Bone Bolango Curi Perhatian Wagub Gorontalo

Jumat 16 Oktober 2026
Sri Mulyani Lalijo pada Bimbingan Teknis Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah di Aryaduta Hotel Manado, Selasa (13/10/2026). (Foto Onal/Prokopim)
Bone Bolango

Bappeda Litbang Perkuat Evaluasi Pembangunan Berbasis SIPD

Rabu 14 Oktober 2026
Next Post
HARGA RICA - Penurunan harga rica atau cabai rawit menjadi salah satu penyebab menurunya indeks harga yang diterima petani hortikultura pada Oktober 2025. (Foto: Hasanudin/Gopos)

NTP Gorontalo Oktober 2025 Naik Tipis, Sektor Tanaman Pangan dan Perikanan Jadi Penopang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Profil Brigjen Pol Laode Aries El Fathar: Karo Ops Polda Metro Jaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pergi Mencari Ternak, Warga di Limboto Barat Ditemukan Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alumni Dorong Pimpinan Pesantren dan Keluarga Korban Dialog Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Estafet Kepemimpinan, Hasanin Resmi Jabat Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Kapolri, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Subianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.