GOPOS.ID, GORONTALO – Pengurus Wilayah Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Dr. Dikson Yasin, SH.I., MH.I., CPM, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan audiensi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Gorontalo pada Jumat, 5 Desember 2025.
Dalam pertemuan tersebut, APSI Gorontalo diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Gorontalo, Rayomond J. H. Takasenseran, bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum Arif Rahman, dan Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan (P3H) Ramlan Harun.
Audiensi ini bertujuan memperkenalkan keberadaan APSI sebagai organisasi profesi yang berperan dalam pelayanan advokasi hukum berbasis syariah serta memperkuat sinergi dengan institusi hukum di wilayah Gorontalo.
“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan APSI lebih luas di Gorontalo, khususnya dalam mendukung kebutuhan layanan hukum berbasis syariah di masyarakat,” ujar Dr. Dikson Yasin dalam kesempatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa APSI Gorontalo berkomitmen untuk turut serta dalam peningkatan pemahaman hukum, advokasi, serta pembinaan profesi pengacara syariah agar lebih terstruktur dan bersinergi dengan lembaga pemerintah.

Kakanwil Kumham Gorontalo menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka ruang komunikasi lanjutan untuk kerja sama dalam berbagai program yang relevan, baik dalam bidang pelatihan, pendidikan hukum, maupun dukungan regulasi. Menurut Dikson bahwa Kanwil Hukum memberikan masukkan bahwa APSI Gorontalo harus memiliki khusus. Terlebih dalam memberikan pelayanan yang berbasis iklas dan pengbadian.
“Pada intinya Kanwil Hukum menerima baik kehadiran APSI Gorontalo. Dimana mereka siap untuk menjadi tempat konsultasi dan koordinasi. Mereka menekankan agar fokus APSI dalam membenah struktur organisasi serta sekretariat. Untuk persiapan akreditasi sebagai lembaga bantuan hukum di Gorontalo,”tutur Dikson.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang produktif antara APSI dan Kemenkumham dalam memperkuat sistem hukum yang responsif, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat Gorontalo.








