GOPOS.ID, MARISA – Kabupaten Pohuwato dinilai sebagai salah satu daerah dengan tingkat penyalahgunaan antibiotik yang cukup rendah di Provinsi Gorontalo.
Atas dasar tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menilai bahwa Kabupaten Pohuwato layak menjadi daerah percontohan bagi kabupaten lainnya di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan antara Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, dan Kepala BPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, yang berlangsung di ruang kerja bupati, Selasa (18/11/2025).
Kepala BPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka rencana penerbitan Surat Edaran terkait Antimicrobial Resistance (AMR) atau penyalahgunaan antibiotik.
“Ini akan kami perkuat melalui penerbitan surat edaran, tentang pencegahan penyalahgunaan antibiotik. Pohuwato bisa menjadi daerah percontohan karena tingkat penyalahgunaannya relatif rendah,” ujar Lintang.
Selain membahas isu AMR, BPOM dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga mendiskusikan sejumlah program yang akan dijalankan pada tahun 2026, termasuk program MBG. Kerja sama ini akan difokuskan pada pengujian dan pengambilan sampel di sekolah-sekolah, serta dapur umum guna memastikan keamanan pangan di lingkungan pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan rencana kerja sama yang ditawarkan BPOM.
“Kami menyambut baik rencana ini, apalagi daerah kami termasuk yang terendah dalam penyalahgunaan antibiotik di provinsi,” ujar Saipul.
Terkait program MBG, Saipul menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk memberikan hasil terbaik. Namun, ia juga menekankan perlunya dukungan penuh dari seluruh pihak, terutama sektor kesehatan, agar berbagai program yang direncanakan dapat berjalan maksimal.
“Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga rencana baik ini tercapai dan apa yang menjadi harapan kita semua dapat terwujud,” tutup Saipul.(Yusuf/Gopos)








