GOPOS.ID, BONEBOL – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, khususnya di area Desa Lombongo, dihadapkan pada situasi yang mengkhawatirkan akibat kebakaran lahan yang terjadi secara berulang. Menurut laporan yang disampaikan oleh Kasatpol PP-Damkar Kabupaten Bone Bolango, Abdul Wahab Hadju, kebakaran ini telah berlangsung selama empat hari dan menunjukkan tanda-tanda penyebaran yang signifikan.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 12:15, dan pihak Damkar Bone Bolango segera merespons dengan sigap. Dalam upaya penanganan, mereka tidak bekerja sendiri; dukungan dari berbagai instansi seperti Karhutla Polda Gorontalo, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat penting. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memberikan kontribusi dengan menyuplai air untuk mempermudah proses pemadaman.
Abdul Wahab menjelaskan hari dilaporkan terdapat sekitar lima titik kebakaran yang terpantau, yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk Lombongo, Suwawa Selatan, Bonda Raya, Poowo Kabila, serta Desa Tinelo dan Langge. Meskipun banyak titik yang terbakar, upaya pemadaman yang dilakukan oleh pihak Damkar menunjukkan hasil yang positif. Mereka berhasil mengendalikan api di beberapa lokasi, meskipun tantangan tetap ada.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah luas lahan yang terbakar. Abdul Wahab menyatakan bahwa empat dusun telah terdampak oleh kebakaran ini di Desa Lombongo ini. Meskipun belum ada angka pasti mengenai luas total lahan yang terbakar, dampak dari kebakaran ini dirasakan oleh banyak warga. Kebakaran diduga disebabkan oleh tindakan pembukaan lahan baru secara tidak bertanggung jawab, yang mengakibatkan munculnya titik api.
“Kami disini sudah jalan empat hari, penanganan di Lombongo ini ya awalnya itu kami dapati ada pembukaan lahan di atas,” ujar Abdul Wahab.
Namun api terus muncul kembali, menunjukkan bahwa masalah ini jauh dari selesai.
“Pembukaan lahan baru, awalnya itu dari situ titik api dan sampai hari ini masih terjadi ini kebakaran,” tegasnya.
Abdul Wahab menekankan bahwa kebakaran ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya campur tangan manusia, dan ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. (Putra/Gopos)








