GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu upaya strategis yang dilakukan yakni penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai instrumen digital guna mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan tertib administrasi.
Saat ini, pemerintah desa di wilayah Kotamobagu mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk pembuatan akun serta pemenuhan kebutuhan teknis lainnya. Langkah ini menjadi tahapan awal dalam mengintegrasikan pengelolaan keuangan desa ke dalam sistem berbasis digital.
Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, menegaskan bahwa digitalisasi keuangan desa merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa.
“Penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan desa menjadi langkah krusial agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Tahun ini kami menargetkan transaksi non tunai dalam pengelolaan keuangan desa sudah mulai terealisasi,” ujar Wali Kota, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, penerapan transaksi non tunai tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari modernisasi tata kelola pemerintahan desa di Kota Kotamobagu.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kotamobagu, Sahaya Subagio Mokoginta, menjelaskan bahwa kehadiran Siskeudes akan membuat proses pengelolaan keuangan desa berjalan lebih sistematis.
“Melalui Sistem Keuangan Desa, seluruh tahapan pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaporan dapat dilakukan secara terstruktur. Hal ini tentu memudahkan pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang tertib dan akuntabel,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan serta koordinasi dengan pemerintah desa agar implementasi sistem tersebut dapat berjalan optimal.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkot Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wenny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dalam mendorong transformasi digital pemerintahan hingga ke tingkat desa.
Ke depan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada digitalisasi pengelolaan keuangan desa, tetapi juga akan mengembangkan konsep desa digital secara lebih luas. Program tersebut mencakup digitalisasi layanan administrasi, penguatan sistem informasi desa, transparansi data pemerintahan, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Kotamobagu, Chelsia Paputungan, memastikan bahwa implementasi sistem ini segera diterapkan di seluruh desa.
“Saat ini beberapa desa tengah melakukan pembuatan akun di Bank SulutGo, dan seluruh desa diwajibkan untuk segera menerapkan sistem pengelolaan keuangan digital ini,” ungkapnya. (End/Gopos)








