GOPOS.ID, MARISA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato terus memperkuat peran Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu ditandai dengan dibukanya Pelatihan Relawan SAPA tingkat Kabupaten Pohuwato oleh Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mahyudin Ahmad, di Aula Coffee Oma, Marisa, Selasa (10/02/2026).
Dalam sambutannya, Mahyudin Ahmad, menegaskan perempuan dan anak merupakan kelompok strategis dalam pembangunan, namun juga termasuk kelompok rentan terhadap kekerasan dan diskriminasi.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah desa,” ujar Mahyudin.
Ia menambahkan, kehadiran relawan SAPA merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat peran masyarakat, sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
“Relawan SAPA diharapkan mampu menjadi sahabat, pendamping, sekaligus penghubung antara masyarakat dan layanan perlindungan yang tersedia,” lanjutnya.
Kepala DP3AP2KB Pohuwato, Nizma Sanad, mengungkapkan berdasarkan data dinas, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pohuwato mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2023 tercatat 61 kasus, meningkat menjadi 66 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 76 kasus pada 2025.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para relawan SAPA mampu melakukan pemetaan kerentanan perempuan dan anak di wilayah masing-masing, memberikan pendampingan awal yang responsif gender, serta membangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan relawan dalam mewujudkan desa yang aman, ramah, dan peduli terhadap perempuan dan anak,” tutup Nizma (Yusuf/Gopos)








