GOPOS.ID, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo berkomitmen akan terus memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk kelompok pekerja rentan, guna mengejar target cakupan nasional sebesar 70 persen.
Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gorontalo, Kisman Ishak, usai mengikuti Anugerah Jamsostek Award Provinsi Gorontalo di Azlea Convention Centre, Sabtu malam (5/9/2026).
Sebelumnya Kisman menyebut, kepesertaan Jamsostek di Kabupaten Gorontalo telah mencapai sekitar 40 persen, dimana dari total 180 ribu angkatan kerja, sekitar 70 ribu pekerja sudah terlindungi dari program ini.
Olehnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah dan Bappeda Gorontalo untuk memperluas kepesertaan yang diakomodir melalui APBD 2027.
“Insya Allah tahun 2027 kita tingkatkan intervensi APBD. Sasaran perlindungan akan diperluas kepada pelaku UMKM, abang bentor, petani, nelayan dan pekerja rentan lainnya dengan target awal sekitar 3.000 orang,” kata Kisman.
Meski demikian, Kisman menegaskan bahwa peningkatan cakupan kepesertaan pada tahun 2027 tidak semata untuk mengejar penghargaan, namun merupakan bentuk nyata pemerintah daerah dalam memberikan jaminan keselamatan kepada para tenaga kerja.
“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir memberikan rasa aman kepada pekerja informal yang rentan risiko sosial ekonomi. Ini komitmen yang terus kita perkuat secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemkab Gorontalo pada tahun 2024 berhasil meraih peringkat kedua berkat intervensi APBD yang menanggung perlindungan 15 ribu pekerja rentan sektor pertanian. Sementara dalam dua tahun terakhir, intervensi anggaran daerah baru menyasar sekitar 1.000 pekerja.(alexa/gopos)








