GOPOS.ID, GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Tumou Tou Manado, untuk masyarakat rentan di wilayah Kabupaten Gorontalo. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan harapan baru bagi para penerima manfaat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Sosial, terutama Sentra Tumou Tou Manado, atas kepedulian dan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial secara langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak sosial bagi warga, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Sofyan
Program ATENSI tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk barang kebutuhan dasar, alat bantu, atau dukungan usaha produktif, tetapi juga mencakup pendampingan sosial, dukungan psikologis, hingga pelatihan keterampilan bagi penerima manfaat agar dapat hidup lebih mandiri dan berdaya.
Sofyan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Sosial melalui pendataan penerima manfaat, validasi kebutuhan, serta memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Keberhasilan program seperti ini hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. Kami berkomitmen mengawal keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, program ATENSI ini dinilai strategis untuk mendukung agenda nasional dalam penurunan kemiskinan ekstrem, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penguatan kesejahteraan sosial masyarakat.
Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
“Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk memperbaiki kehidupan. Pemerintah hadir untuk mendukung, namun keberhasilan sejati ada pada semangat dan usaha kita bersama,” tutur Sofyan.
Melalui pelaksanaan program ATENSI, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmen dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, anak yatim, dan masyarakat dalam kondisi rentan. (Rama/Gopos)








