GOPOS.ID, GORONTALO — Umur harapan hidup saat lahir di Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 tercatat sebesar 71,06 tahun, meningkat 0,33 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan perbaikan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu pendorong utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Usia harapan hidup merupakan perkiraan seberapa lama rata-rata penduduk diharapkan hidup. Semakin tinggi angka harapan hidup suatu daerah, diperkirakan pendudk di wilayah tersebut cenderung hidup lebih lama.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan pertumbuhan umur harapan hidup tahun ini mencapai 0,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2020–2024 yang berada di angka 0,32 persen. “Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan berbagai program kesehatan dan perbaikan akses layanan dasar yang dijalankan pemerintah daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/11/2025).
Tren lima tahun terakhir menunjukkan konsistensi peningkatan. Pada tahun 2020, umur harapan hidup Gorontalo berada di angka 69,51 tahun, kemudian naik bertahap hingga mencapai 71,06 tahun pada 2025. Lonjakan tahun ini menjadi yang tertinggi dalam periode tersebut.
Menurut Dwi Alwi, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan umur harapan hidup antara lain penurunan angka kematian bayi, peningkatan cakupan imunisasi, serta perbaikan gizi dan sanitasi.
“Kita melihat dampak nyata dari intervensi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang sebelumnya memiliki akses terbatas,” tambahnya.
Dwi Alwi menambahkan, dari hasil survey menunjukkan untuk proses kelahiran di luar fasilitas kesehatan mendekati angka nol. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melahirkan di fasilitas kesehatan makin meningkat.
“Hulango (bidan bayi) di Gorontalo tetap ada. Tetapi proses kelahiran oleh hulango didorong untuk dilaksanakan di faskes,” imbuh Dwi Alwi.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa peningkatan ini merata di seluruh kabupaten/kota, serta memperkuat layanan kesehatan preventif dan promotif. Peningkatan umur harapan hidup bukan hanya soal usia, tetapi juga kualitas hidup yang dijalani masyarakat.(hasan/gopos)







