GOPOS.ID, GORONTALO – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan setiap prajurit harus dicintai rakyat dan selalu siap mengawal kedaulatan NKRI.
Ketegasan tersebut disampaikan Pangdam saat kunjungan kerja (kunker) ke Markas Komando Resor Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone, Gorontalo yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XIII/Merdeka, Ny. Lely Mirza, Rabu (21/01/2025).
“Prajurit Korem 133/NW harus senantiasa memegang teguh sapta marga, sumpah Prajurit, dan 8 wajib TNI. Jadilah prajurit yang dicintai rakyat dan selalu siap mengawal kedaulatan NKRI di wilayah Gorontalo,” tegas Pangdam dalam arahannya.
Kunjungan Pangdam ke Gorontalo merupakan agenda strategis untuk meninjau secara langsung kondisi satuan kewilayahan, kesiapan personel, serta materiel di jajaran Korem 133/NW, sekaligus menjadi sarana bertatap muka dengan para prajurit dan anggota Persit di wilayah.
Pangdam menekankan pentingnya menjaga disiplin dan kemampuan tempur serta teritorial. Setiap pajurit diminta untuk terus menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat serta hindari segala tindakan pelanggaran.
“Setiap prajurit hindari segala bentuk pelanggaran. Termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan tindakan yang mencederai nama baik TNI AD.
Orang nomor satu di KodamXIII/Merdeka ini beserta rombongan disambut langsung Danrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang. Penyambutan diawali dengan penghormatan jajar kehormatan (Jarmat), serta pengalungan selendang karawang dan pemberian hund buket bunga serta tarian saronde.
Pada kesempatan yang sama pula, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka, Ny. Lely Candra Wijaya memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Persit KCK Koorcab Rem 133 PD XIII/Merdeka beserta jajarannya.
Menurutnya, pentingnya peran seorang istri prajurit sebagai pendamping setia. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tugas suami tidak terlepas dari dukungan, doa, dan suasana rumah tangga yang kondusif yang diciptakan oleh istri.
“Sebagai anggota Persit, ibu-ibu memiliki peran ganda yang tidak mudah. Baik sebagai istri pendamping suami dan juga ibu bagi anak-anak serta sebagai anggota organisasi. Oleh karena itu, pandai-pandailah membagi waktu dan utamakan keharmonisan dalam rumah tangga,” ujarnya. (Isno/gopos)








