GOPOS.ID, GORONTALO – Aksi penggunaan senjata tajam jenis panah wayer muncul lagi. Seorang warga Molantadu, Kecamatan Tomilito, di Gorontalo Utara, Rinton (40), menjadi korban panah wayer saat merayakan pergantian tahun 2026. Saat ini, Rinton berada di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki Gorut dengan kondisi sebuah panah wayer yang menancap di dada kanan.
Informasi yang dirangkum gopos.id, peristiwa bermula ketika Rinton hendak pulang ke rumah pada Kamis (1/1/2026) pukul 03.00 Wita. Saat melintasi jalan depan RM Vernando, Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, berpapasan dengan dua remaja, FM (15) dan AA (17). Tak lama setelah itu, Rinton merasakan nyeri di bagian dada kanan dan kemudian ambruk. Kondisi itu dialami Rinton setelah sebuah panah wayer menancap di bagian dada kanan. Panah wayer tersebut diduga ditembakkan FM dan AA.
Kepala Desa Molantadu, Masrin Liputo membenarkan hal tersebut. Saat dikonfirmasi Gopos.id, Masrin menjelaskan warganya tidak terlibat masalah dengan kedua remaja itu sebelumnya.
“Setelah saya konfirmasi, baik korban maupun pelaku sebelumnya tidak pernah terlibat masalah,” kata Masrin, Sabtu (03/01/25).
Masrin menjelaskan bahwa korban saat kejadian sempat tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS) untuk mendapatkan perawatan intensif. Dirinya juga menambahkan bahwa pihak korban telah membuat laporan ke Polres Gorontalo Utara.
“Saat ini korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk selanjutnya dapat diproses secara hukum,” ungkapnya.
Lebih jauh, Masrin menjelaskan kedua belah pihak sempat mendatangi Kantor Desa untuk dimediasi. Keduanya sempat bersitegang. Adapun terduga pelaku, kata Masrin, juga sudah langsung diamankan oleh Babinsa dan langsung diserahkan ke pihak berwajib.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, Ipda Maulana Rahman membenarkan terkait laporan tersebut. Meski begitu, Ipda Maulana belum memberikan komentar lebih.
“Laporannya baru masuk, saya baru terima,” ucapnya singkat. (Abin/Gopos)








