GOPOS.ID, KWANDANG – Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Nurjana Yusuf, membuka ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan pandangan konstruktif untuk kemajuan daerah. Sikap Nurjana disampaikan saat diskusi Pemkab Gorut bersama Karang Taruna Gorut dengan tema “Membaca Visi, Menilai Aksi G2-10 Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara”, Selasa (9/9/2025) di di Kedai Kopi Jantung 88 samping Kantor DPRD Gorut.
Nurjana menyampaikan, diskusi yang diselenggarakan Karang Taruna merupakan bentuk partisipasi masyarakat terhadap kinerja. Oleh karena itu ia mengapresiasi langkah Karang Taruna Gorut dalam memperkuat partisipasi masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah.
“Diskusi seperti ini adalah bentuk keterbukaan pemerintah terhadap kritik dan saran. Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa, mengenai apa yang sudah kami lakukan dan apa yang perlu diperbaiki,” ujar Wakil Bupati.
Pada kesempatan Wakil Bupati Gorut, Nurjana Yusuf hadir didampingi Kadis Peternakan. Turut hadir pula perwakilan dari organisasi kemahasiswaan para Kepala Desa, kalangan Aktivis Muda, serta Tokoh-Tokoh Masyarakat yang turut memberikan pandangan kritis dan masukan konstruktif.
Ketua Karang Taruna Gorut, Bais Kakilo, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya refleksi serta evaluasi terhadap implementasi program G2-10, yang merupakan program unggulan dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati.
“Diskusi ngopi santai ini untuk menambah wawasan kita dalam pembahasan program G2-10 agar ada masukan dan saran yang diberikan teman-teman aktivis maupun mahasiswa. Itu akan kami telaah. Jika ada yang salah, maka kami akan perbaiki,” tutur Bais Kakilo.
Suasana diskusi tersebut berlangsung dalam nuansa santai, dan penuh semangat kolaboratif. Peserta secara terbuka menyampaikan berbagai pandangan, kritik membangun, serta harapan pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara.(Gusti/gopos)








