BONE BOLANGO – Peta politik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bone Bolango mendadak berubah arah. Dalam drama yang semula diprediksi panas dan penuh intrik senioritas, keputusan final justru menghadirkan kejutan besar: Muhlis Lakodi, figur yang sempat diremehkan dan dianggap “bukan siapa-siapa di PDIP”, resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Bone Bolango periode 2025–2030.
Keputusan ini sekaligus mematahkan berbagai spekulasi yang selama berbulan-bulan beredar di akar rumput partai.
Bursa calon ketua sebelumnya diwarnai nama-nama berat sepert Ronal Alibasa, mantan Sekretaris DPC sekaligus eks Ketua Fraksi PDIP DPRD Bone Bolango, Moh. Fajrin Taliki, salah satu senior paling disegani, serta Sunaryo Dulanimo, figur berpengaruh lainnya.
Meski diprediksi akan terjadi duel panas antar senior, Konferensi Cabang (Konfercab) justru menghadirkan pemandangan tak terduga. Ronal Alibasa dan Moh. Fajrin Taliki justru bersepakat bulat mendukung Muhlis Lakodi sebagai ketua baru.
Dengan jargon monumental “lepaskan ambisi, tinggalkan alasan senioritas”, kedua figur berpengalaman itu memilih mengutamakan regenerasi partai.
Ronal menegaskan, jika senior terus mempertahankan ego, PDIP tak akan bergerak maju.
“Jika ambisi dan senioritas selalu dikedepankan, tidak akan ada perubahan. Saya dan Pak Fajrin sepakat, kader muda yang punya tekad membesarkan partai harus diberi kesempatan. Karena itu kami mendukung penuh Muhlis,” tegas Ronal.
Langkah ini tidak hanya mematahkan spekulasi, tapi juga menunjukkan arah baru PDIP Bone Bolango: mengutamakan kader yang loyal, bukan sekadar yang berstatus “kaya tujuh turunan”.
Perjalanan Muhlis Lakodi menuju kursi Ketua DPC bukan proses instan. Dibutuhkan empat bulan perjuangan, konsolidasi, dan pembuktian. Di tengah anggapan bahwa PDIP hanya akan melirik pengusaha kaya atau aktor politik kuat, realitas berkata lain.
Di bawah arahan Megawati Soekarnoputri, PDIP menegaskan kembali esensi utama partai: nilai, loyalitas, dan semangat membangun organisasi lebih penting daripada materi.
Konfercab menjadi ajang pembuktian bahwa PDIP memberi ruang bagi kader yang bekerja, bukan hanya yang populer.
Momentum puncak berlangsung 2 Desember 2025 di Gorontalo Convention Center (GCC). Di hadapan ratusan kader, jajaran elit DPP PDIP hadir secara langsung oleh Puti Guntur Soekarno, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan & Kebudayaan, Dr. Ahmad Basarah dan Prof. Rokhmin Dahuri.
Mereka sekaligus mengumumkan dan melantik struktur baru DPC PDIP Bone Bolango dengan Muhlis Lakodi sebagai Ketua DPC.
Menariknya, dua senior yang mendukung Muhlis kini menjadi bagian dari formasi inti. Ronal Alibasa sebagai Sekretaris DPC dan Moh. Fajrin Taliki sebagai Bendahara DPC.
Kombinasi generasi baru dan pengalaman matang ini diyakini akan membawa PDIP Bone Bolango ke arah politik yang lebih solid, progresif, dan kompetitif. (Isno/gopos)








