GOPOS.ID, POHUWATO – Di tengah dinamika politik daerah yang kian kompetitif, langkah Ronald Tine masuk dalam struktur strategis Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pohuwato bukan sekadar rotasi biasa.
Ini adalah sinyal bahwa pertarungan politik ke depan tak hanya soal kekuatan struktur, tetapi juga perang opini.
Momentum itu mengemuka usai rapat perdana DPD II Golkar Pohuwato periode 2025–2030, Selasa (28/04/2026), yang menjadi panggung awal konsolidasi sekaligus penegasan arah baru partai berlambang pohon beringin tersebut.
Bagi Ronald Tine, kepercayaan mengisi Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) bukan hanya jabatan administratif. Ia kini berada di garis depan mengendalikan narasi, merawat citra, sekaligus memastikan pesan politik Golkar tetap relevan di tengah masyarakat yang semakin kritis dan terhubung secara digital.
“Di era sekarang, persepsi publik adalah kekuatan. Dan di situlah kami bekerja membangun kepercayaan, bukan sekadar popularitas akan tetapi menjadi semangat yang tercermin dari peran strategis yang diemban,” katanya.
Dia mempertegas bahwa Golkar Pohuwato mulai memberi porsi besar pada pengelolaan komunikasi politik.
Sebuah langkah yang dinilai krusial, mengingat kontestasi politik ke depan tak lagi hanya ditentukan oleh kerja-kerja lapangan, tetapi juga bagaimana partai mampu menguasai ruang publik baik secara langsung maupun digital.
Di saat yang sama, restrukturisasi juga menyentuh sektor vital lainnya. Penunjukan Riyanto Ismail sebagai bendahara menandai penguatan manajemen keuangan partai, sementara Hendriyanto Mahmud di Bidang Hukum menjadi benteng dalam menjaga legitimasi dan kepastian hukum organisasi.
Ketua DPD Golkar Pohuwato, Nasir Giasi, menyebut penyegaran ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan politik yang terus berkembang.
Menurutnya, meski beberapa figur tergolong baru secara struktur, semangat dan rekam jejak mereka dalam dunia kekaryaan sudah teruji.
“Ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi penguatan arah. Kami ingin Golkar hadir lebih adaptif, solid, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Nasir.
Dari sudut pandang Ronald Tine, perubahan ini bukan hanya tentang internal partai, melainkan tentang bagaimana Golkar kembali menempatkan diri sebagai kekuatan politik yang mendengar, merespons, dan memimpin opini publik.
Dengan komposisi baru yang memadukan pengalaman dan energi segar, Golkar Pohuwato kini tak hanya bersiap menghadapi kontestasi tetapi juga berupaya mengendalikan cerita besar di baliknya.
Sebab di politik modern, siapa yang mampu menguasai narasi, dialah yang menentukan arah. (Isno/gopos)








