No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Mengolah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan

Hasan by Hasan
Minggu 5 Oktober 2025
in Menyapa Nusantara
0
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu MBG di Lumajang. ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang

Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu MBG di Lumajang. ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Di balik manfaat utama memenuhi kebutuhan gizi, program makan bergizi gratis (MBG) juga menyimpan potensi berkah dari limbah makanan yang mungkin banyak orang hanya melihatnya sekadar sampah yang harus dibuang.

Mata jeli kawula muda di Lumajang seperti Asriafi Ath Thoriq melihat limbah MBG itu sebagai peluang untuk berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Program MBG sendiri sudah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur dengan mengoperasikan dua dapur umum di Kecamatan Pasrujambe dan Klakah dengan target 3.750 penerima manfaat.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan MBG adalah investasi jangka panjang yang dampaknya jauh melebihi sekadar pemberian makan siang karena anak-anak desa kini punya akses yang sama terhadap gizi seimbang, sehingga mereka tidak lagi tertinggal dari anak-anak kota.

“Program MBG tidak hanya mengisi perut anak-anak, tetapi juga mengajarkan disiplin, membentuk pola makan sehat, serta memberikan ruang bagi keluarga untuk lebih ringan dalam membiayai kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Manfaat program MBG itu tidak berhenti di ruang kelas karena di balik setiap menu makan bergizi, ada tangan-tangan pekerja lokal yang terlibat. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sedikitnya 50 tenaga kerja, mulai dari ahli gizi, juru masak, sopir hingga tenaga kebersihan.

Dalam skala lebih luas, MBG menjadi pilar ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan produk lokal, desa-desa di Lumajang tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai produsen yang menopang kebutuhan pangan generasi bangsa yang menjadi investasi jangka panjang.

Sementara itu, di mata Asriafi, limbah MBG dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bermanfaat dan bernilai, salah satunya adalah eco enzyme,  produk pembersih ramah lingkungan yang bermanfaat bagi rumah tangga dan pertanian.

Eco enzyme bukan sekadar pembersih, tapi bisa dibuat disinfektan, sabun, pupuk cair, hingga pakan magot untuk pertanian, sehingga limbah MBG yang semula terbuang justru bisa bernilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan baru bagi pemuda tersebut.

Baca Juga :  Kemenkominfo-KASN Awasi Netralitas ASN di Ruang Digital

Asriafi menilai bahwa kunci keberhasilan mengolah limbah sampah itu terletak pada kesadaran dan kreativitas pemuda.

“Limbah makanan seharusnya dipandang sebagai modal, bukan masalah. Dengan inovasi dan bimbingan, maka bisa menciptakan produk ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal,” kata sang penerima kalpataru dan lencana inovasi desa di Kementerian Desa itu.

Kegiatan mengolah limbah MBG itu juga memiliki nilai edukatif, sehingga para pemuda belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan,  mengelola sumber daya, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Ia mengatakan eco enzyme bukan hanya soal bisnis, itu soal kesadaran kolektif, bagaimana mengubah sampah menjadi bermanfaat, lingkungan menjadi bersih, dan ekonomi pun ikut bergerak.

Kendati demikian, tidak semua dapur MBG mampu mengolah limbah makanan menjadi eco enzyme. Beberapa dapur umum memberikan sisa makanan secara cuma-cuma ke tetangga untuk pakan ternak.

“Kami ingin generasi muda sadar bahwa setiap bahan memiliki potensi. Limbah makanan bisa jadi eco enzyme, pupuk, atau pakan magot. Itu adalah peluang usaha sekaligus kontribusi bagi bumi,” katanya.

Asriafi berharap program seperti itu bisa direplikasi di seluruh Lumajang. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas muda, dan penggiat inovasi, maka limbah makanan bisa menjadi sumber daya ekonomi dan edukasi lingkungan.

Menurutnya potensi ekonomi dari eco enzyme cukup menjanjikan. Satu liter eco enzyme bisa dijual dengan harga yang kompetitif, sementara pupuk cair atau pakan magot juga memiliki pasar tersendiri, baik untuk petani maupun pengusaha kecil.

Lebih dari itu, program itu menumbuhkan jiwa wirausaha hijau generasi muda dengan belajar mengelola bisnis sambil peduli lingkungan. Eco enzyme menjadi simbol bagaimana kreativitas bisa mengubah masalah menjadi solusi bernilai.

Baca Juga :  Infografik: Ribuan Entitas Keuangan Ilegal Diblokir

Asrofi yang juga founder Waroeng Domba 99 dan Rumah Muda Berdaya itu mengajak para pemuda di Lumajang untuk ikut mengolah limbah MBG menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

 

Kompos dan pupuk cair

Ide mengolah limbah MBG juga dipraktikkan seorang petani muda yang juga aktif di komunitas lingkungan, Dzaki Fahruddin, yang mengumpulkan sisa makanan dari dapur umum MBG di SPPG Yosowilangun untuk diolah menjadi eco enzyme yang kemudian dijadikan  kompos dan pupuk cair.

Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bermanfaat untuk pertanian. Ia juga kini sedang mengembangkan limbah itu menjadi produk inovasi lain yang bernilai tinggi

Menurutnya, proses pembuatan eco enzyme sederhana, tapi membutuhkan disiplin.

“Limbah makanan dicacah kecil, dicampur gula merah dan air, kemudian difermentasi selama tiga bulan sebelum menjadi eco enzyme yang siap digunakan,” katanya menjelaskan.

Pengolahan limbah MBG bukan sekadar inovasi individu, tapi itu adalah gerakan kolektif yang bisa menginspirasi desa lain untuk memanfaatkan limbah, mengurangi sampah, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Dzaki membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar karena limbah MBG bukan lagi sampah, tapi modal untuk masa depan yang lebih hijau, kreatif, dan mandiri.

Limbah MBG itu juga bisa diolah menjadi pupuk cair. Awalnya sebagian petani ragu menggunakannya, tapi setelah melihat hasilnya dengan pemakaian pupuk cair itu lahan jadi lebih subur daripada dengan pupuk yang biasa dipakai, maka para petani pun antusias. Apalagi setelah melihat tanaman tumbuh lebih sehat dan bisa menghemat biaya.

Keberhasilan para pemuda untuk mengolah limbah menjadi peluang usaha patut diapresiasi semua pihak karena berdampak pada sektor pertumbuhan ekonomi sekaligus kesehatan lingkungan.(Antara/gopos)

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Dua Wanita Pelaku Curanmor di Kelurahan Tapa Dibekuk Polisi

Next Post

Sinergi Tanpa Batas! Polres Kotamobagu Rayakan HUT TNI Bareng Kipan C 713/Satya Tama

Related Posts

Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)
Menyapa Nusantara

Qodari: Negara Harus Hadir dengan Data, Bukan Diam

Sabtu 12 September 2026
Gubernur Kaltim Seno Aji (kelima dari kiri), Kepala BI Kaltim (keenam dari kiri) dan sejumlah pihak terkait saat panen padi di Desa Sidomulyo, Anggana, Kutai Kartanegara, Kaltim, Kamis (10/9/2026) (ANTARA/ HO- BI Kaltim)
Menyapa Nusantara

Tatkala Emas Hijau dan Teknologi Menyatu di Timur Kalimantan

Jumat 11 September 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi

Senin 31 Agustus 2026
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti sidang pleno voting opsi mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) dini hari. Peserta Muktamar ke-35 NU menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari sistem 'one man one vote' (satu orang, satu suara) menjadi mekanisme 'Ahlul Halli wal Aqdi' (AHWA) dan pemilihan akan berlanjut pada Minggu (30/8) pagi. ANTARA FOTO/Syaiful Arifngasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, K.H Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Menyapa Nusantara

Gus Kikin Terpilih Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin 31 Agustus 2026
Next Post

Sinergi Tanpa Batas! Polres Kotamobagu Rayakan HUT TNI Bareng Kipan C 713/Satya Tama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Rekaman CCTV.

    Tak Hanya Aniaya Dokter, Aksi Jefry Taha Rusak Fasilitas Rumah Sakit Sitti Khadijah Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lelaki Asal Gorontalo Utara Meninggal Usai Berhubungan di Warung Remang-remang Pohuwato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Kilatan Cahaya dan Dentuman di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Gorontalo Soroti Dugaan Arogansi Oknum yang Mengaku Wartawan di RS Sitti Khadijah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokter RS Sitti Khadijah Laporkan Jefry Taha yang Diduga Lakukan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.