GOPOS.ID, GORONTALO– Upaya pelestarian warisan budaya kembali mendapat perhatian melalui sebuah kegiatan edukasi dengan tema Penguatan Nilai Penting Cagar Budaya yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 3 Gorontalo pada beberapa waktu lalu. Kegiatan ini digelar oleh tim akademisi Universitas Bina Taruna Gorontalo dengan melibatkan guru dan siswa sebagai peserta utama.
Program tersebut bertujuan agar meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga dan melestarikan bangunan serta situs bersejarah yang ada di Kota Gorontalo, yang dikenal memiliki peninggalan kolonial dan objek budaya bernilai sejarah tinggi.
Menurut hasil observasi dari tim pengabdi, rendahnya literasi masyarakat terhadap situs bersejarah menjadi salah satu penyebab utama mulai berkurangnya perhatian terhadap pelestarian cagar budaya. Bahkan sejumlah pelajar SMA diketahui belum mengenal bangunan-bangunan cagar budaya di wilayahnya.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu observasi awal, penyusunan materi, dilanjutkan sesi sosialisasi secara interaktif menggunakan presentasi, video edukasi, serta diskusi terbuka. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi dan aktif memberikan pertanyaan seputar sejarah bangunan-bangunan tua yang tersebar di kawasan Kota Tua Gorontalo.
Pada Saat penyampaian materi, pemateri memaparkan bahwa terdapat sejumlah bangunan dan situs yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. Di antaranya Gedung Kantor Pos, Mesjid Hunto Sultan Amay, SD 56 Kota Timur, hingga Benteng Otanah dan kompleks pemakaman kuno Blongkod.
Hasil evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya pelestarian cagar budaya. Para guru bahkan memberikan masukan agar supaya materi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran, khususnya sejarah.
Tim pelaksana berharap agar kegiatan yang serupa dapat terus dikembangkan ke sekolah lain dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pemerhati budaya, serta masyarakat agar upaya pelestarian berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. (Rama/Gopos)








