No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menciptakan Rumah Layak Anak di Fase Pandemi Covid 19

Oleh: Temmy Andreas Habibie

Admin by Admin
Senin 20 April 2020
in Perspektif
0
17
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

FASE Pandemi Covid-19 hampir hampir membatalkan seluruh rencana kita, tapi jangan sampai menghilangkan harapan kita semua. Apalagi pada anak anak kita.

Barangkali tidak ada orang tua yang mempersiapkan dirinya untuk menggantikan tugas guru sekolah bagi anak anak mereka di rumah. Begitupun tidak ada anak yang mempersiapkan dirinya untuk belajar di rumah, karena begitu indahnya pertemuan mereka dengan guru dan sahabat-sahabatnya di sekolah.

Namun ada sebuah anekdot yang sempat tersebar di masyarakat bahwa ada seorang anak yang pernah berujar “saya lebih suka diajari guru di sekolah daripada diajari ibu atau bapak di rumah, karena bapak/ibu suka marah-marah”.

Mungkin tidak semua anak bisa begitu terbuka menyampaikan kata hatinya seperti contoh tadi, namun kita semua memahami bahwa dunia anak adalah dunia yang begitu berbeda dengan dunia orang dewasa.

Dunia yang penuh dengan rasa ingin tahu, dan ingin memenuhinya dengan kegembiraan.

Kenyataannya di fase pandemi seperti ini, semua orang diliputi rasa khawatir, rasa takut, dan bisa jadi cemas dengan keadaan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Para ayah bisa jadi cemas dengan kondisi pemasukan keuangan yang berubah drastis, para ibu pun cemas dengan terbatasnya akses interaksi langsung bersama teman temannya, dan anak anak pun menjadi mudah bosan dan menjadi tidak betah dan tidak nyaman berada di dalam rumah.

Psikolog, Temy Andreasmah

Namun sebagai orang tua, tentu kita tidak mengharapkan dengna kondisi pandemi ini, anak anak kita mengalami hambatan dalam tumbuh dan kembang mereka di rumah, apalagi di saat mereka benar benar “dibawah pengawasan kita”

Maka, saatnya kita menciptakan rumah layak anak di tempat tinggal kita masing-masing untuk menghindarkan anak anak kita dari stres. Apa itu rumah layak anak?

Rumah layak anak bukan tentang penataan dan aksesoris rumah, tetapi rumah yang dapat mengoptimalkan aktivitas anak untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka yang baik. menurut Yanuar Jatnika ada dua kriteria rumah layak anak, yakni; setiap orang dewasa dalam keluarga memberikan pengasuhan pada anak anak dengan menciptakan suasana kondusif, dimana anak mendapatkan kasih sayang, anak dilibatkan dalam setiap keputusan keluarga, dan anak bisa menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga :  BI Gorontalo Buka Layanan Penukaran Uang Kecil di 4 Titik

Kriteria kedua ialah setiap orang dewasa memberikan perlindungan terhadap anak dari berbagai perilaku kekerasan, baik fisik, emosional, maupun verbal.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membuat rumah terasa nyaman bagi anak-anak; pertama buatlah jadwal kegiatan yang proporsional untuk menentukan kapan waktu bermain dan belajar anak.

Pastikan pada kegiatan belajar anak, orang tua melakukan pendampingan dengan penuh kesabaran dan ketulusan, serta berkoordinasi dengan guru terkait materi dan pendekatan seperti apa yang bisa digunakan untuk mengajari anak di rumah. Begitupun dengan mengatur kapan waktu bermain video game, gadget dan aktivitas menonton; bantu anak anda untuk melatih kontrol diri dalam menggunakan gadget dan menggunakan tv, serta jangan lupa untuk mengontrol konten yang mereka nikmati.

Khusus untuk orang tua yang memiliki anak pra sekolah, jadikan momen ini untuk membantu anak anda dalam mempersiapkan diri mereka masuk sekolah, seperti mengkondisikan mereka untuk duduk siap belajar, patuh dan mudah memahami perintah yang diberikan, dan jangan lupa untuk menceritakan kisah kisah terbaik anda di masa sekolah dulu untuk memberikan image positif sekolah pada diri anak.

Langkah kedua ialah temukan aktivitas keluarga yang penuh dengan suasana rileks dan saling berbicara. Misalnya dengan bermain ular tangga, bermain monopoli, membaca buku atau majalah bersama-sama, atau bermain bersama di halaman rumah.

Jangan sampai anak anak menjadi stress karena melihat orang tua mereka terjebak dalam aktivitas gadget yang berlebihan karena “tenggelam” dengan berita dan sosial media.

Sehingga langkah kedua ini selain membantu anak anak anda untuk melalui kebosanan mereka di rumah, juga membantu anda untuk mengambil jeda dari aktivitas penggunaan gadget anda.

Baca Juga :  Investasi Miras, pendapatan vs kemaslahatan

Langkah ketiga, adalah lakukan aktivitas ibadah bersama dengan anak anak anda. Jadikan momen beribadah sebagai momen untuk peningkatan sistem iman dalam keluarga kita. Dalam momen beribadah, sertakan aktivitas menggali dan mengeksplorasi tentang kekhawatiran dan ketakutan kita dan anak anak kita terkait wabah ini, dan bangun suasana untuk berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa, dan saling menghargai serta mendukung satu sama lain. Dan jangan lupa untuk selalu menjelaskan tata cara menjaga kebersihan dan pentingnya social distancing ketika bertemu dengan orang lain.

Diantara pelajaran penting yang penulis resapi selama fase pandemi ini ialah kita seolah “dikondisikan” oleh alam untuk kembali dekat dan mengelola harta yang paling berharga, yang mungkin selama ini banyak teralihkan dengan rutinitas aktivitas bekerja kita.

Untuk para orang tua, jaga dan hidupkan harapan harapan terbaik kita untuk masa depan khususnya setelah pandemi ini berakhir, jangan sampai itu semua sirna dengan batalnya seluruh rencana yang telah kita buat di tahun 2020 ini. Corina Abdulah Negura pernah berkata, “Alam mempunyai sistem kerjanya sendiri. Kehidupan dunia tetap berlanjut dan kita – manusia – hanya punya pilihan untuk mencoba memahami, merubah cara pendekatan kita, keyakinan kita, dan sistem kerja kita. Walaupun ini sulit dan sangat sulit tapi kita tidak punya pilihan yang lain”.

Begitupun dalam menjadikan rumah kita sebagai rumah layak anak, saat ini sangat penting untuk kita optimalkan dengan cara kembali memahami pentingnya keberadaan anak anak kita, merubah cara pendekatan kita kepada mereka dengan pendekatan yang lebih partisipatif, dan membangun keyakinan dan harapan kita melalui aktivitas bersama yang penuh makna.

Penulis adalah Analis Kepegawaian BKD Provinsi Gorontalo.
Tenaga Psikologi Puspaga Gemilang Kab. Gorontalo
Sekretaris II HIMPSI Wilayah Gorontalo

Tags: GorontaloMasa PandemiOpini
Previous Post

Pemprov Salurkan Dana Hibah ke PMI Kabupaten/Kota se Gorontalo

Next Post

Sekda Gorut Turut Berbelasungkawa Meninggalnya Camat Atinggola

Related Posts

Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Perspektif

Di Balik Pengakuan Bersalah, Adakah Keadilan untuk Korban?

Rabu 20 Mei 2026
Husin Ali - Antropolog
Perspektif

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Jumat 15 Mei 2026
Perspektif

Biografi Azis Rachman: Meniti Jalan Pengabdian dan Kepemimpinan

Sabtu 2 Mei 2026
Next Post

Sekda Gorut Turut Berbelasungkawa Meninggalnya Camat Atinggola

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Foto. Istimewa/Screenshot google)

    Sherly Tjoanda Dikabarkan Hadir di PENAS XVII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMGO Benarkan Video Viral Soal Beasiswa-KIP Kampus Negeri adalah Calon Mahasiswinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rum Ngaku Kecewa, Kunjungan Mentrans ke Boalemo Dibatalkan Mendadak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Jadi Magnet di PENAS XVII Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UNG Kukuhkan 700 Lulusan pada Wisuda ke-61, Rektor Pesan Jadilah Agen Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.