GOPOS.ID, GORONTALO — Dinamika internal Partai Golkar Kota Gorontalo mulai menghangat seiring mencuatnya sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo. Setidaknya, terdapat enam figur kuat yang dinilai memiliki rekam jejak politik matang dan kapasitas kepemimpinan yang mumpuni untuk membawa Golkar semakin solid dan kompetitif di tingkat kota. Apalagi di tahun 2029 mendatang, Golkar harus mampu kembali merebut kursi DM 1 A agar eksistensinya makin mengakar di Kota Serambi Madinah ini.
Keenam figur tersebut masing-masing memiliki latar belakang, pengalaman, dan basis dukungan yang berbeda, namun sama-sama dinilai siap memimpin partai berlambang pohon beringin itu.
Irwan Hunawa: Kekuatan Struktur dan Kekuasaan Legislatif
Nama Irwan Hunawa menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Gorontalo, posisi strategis yang memberinya keunggulan dalam hal penguasaan struktur politik dan jaringan internal partai.
Irwan dikenal memiliki kedekatan dengan kader di tingkat akar rumput serta pengalaman memimpin lembaga legislatif yang membuatnya dianggap memiliki kemampuan manajerial dan konsolidasi yang kuat. Irwan sendiri di periode 2024-2029 dipercaya Golkar untuk memimpin DPRD Kota Gorontalo dengan duduk sebagai Ketua DPRD Kota Gorontalo.
Fikram Salilama: Representasi Golkar di Level Provinsi
Figur lain yang tak kalah kuat adalah Fikram Salilama, anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Kehadirannya sebagai wakil Golkar di tingkat provinsi dinilai memberi nilai tambah, terutama dalam membangun komunikasi lintas level kepengurusan partai.
Fikram dipandang sebagai sosok yang memahami dinamika kebijakan daerah sekaligus memiliki akses politik yang luas, yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Golkar Kota Gorontalo di tingkat provinsi. Menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo, karir politik Fikram juga telah lama bertahan. Sebelumnya Fikram memimpin Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo. Eksistensi yang tidak pudar inilah yang bisa membawa Fikram punya peluang untuk memimpin DPD I Golkar Kota Gorontalo. Apalagi kini ia dipercaya sebagai Plt. Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo setelah ditinggalkan Marten Taha.
Meyke Camaru: Figur Perempuan dengan Basis Elektoral
Nama Meyke Camaru, juga anggota DPRD Provinsi Gorontalo, turut masuk dalam bursa calon kuat. Meyke dikenal memiliki basis elektoral yang konsisten serta pengalaman legislatif yang tidak singkat. Politisi perempuan yang mampu bertahan di DPRD Provinsi Gorontalo dua periode ini dipercaya membawa warna baru bagi Golkar Kota Gorontalo. Apalagi kedekatan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo Idah Syahidah yang sama-sama perempuan, tentu memberi kesempatan yang besar. Ditambah untuk tingkatan DPD II belum ada nama perempuan yang muncul selain Kota Gorontalo.
Sebagai figur perempuan, Meyke dinilai mampu menghadirkan warna baru dalam kepemimpinan Golkar Kota Gorontalo, terutama dalam mendorong partisipasi kader perempuan dan penguatan isu-isu sosial kemasyarakatan.
Fedriyanto Koniyo: Pengalaman dan Nostalgia Kepemimpinan
Sementara itu, Fedriyanto Koniyo, mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo, kembali mencuat dalam perbincangan internal partai. Pengalaman panjangnya di legislatif dan struktur partai membuat namanya tetap relevan.
Fedriyanto dianggap memiliki pemahaman mendalam terhadap dinamika internal Golkar Kota Gorontalo, serta relasi yang masih kuat dengan sejumlah senior dan kader lama partai.
Totok Bahtiar dan Risman Taha: Kader Berpengalaman
Terakhir ada nama-nama kader senior dan berpengalaman untuk mengisi kursi DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo. Yaitu Totok Bahtiar dan Risman Taha. Kedua figur ini memiliki peluang jika mampu menyakinkan DPD I dan PAC di masing-masing kecamatan di Kota Gorontalo. Dari segi pengalaman kedua orang ini adalah sosok yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keduanya memiliki basis yang kuat di akar rumput dan keterpilihan yang sesuai dengan keinginan kader-kader muda dan senior di Golkar Kota Gorontalo.
Siapa Paling Kuat?
Pengamat politik lokal menilai bahwa kekuatan para kandidat tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau pengalaman, tetapi juga oleh kemampuan membangun konsolidasi internal, kedekatan dengan kader, serta dukungan struktur partai di berbagai tingkatan.
Dengan empat figur kuat yang muncul, kontestasi Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo diprediksi berlangsung dinamis. Golkar dinilai memiliki peluang besar untuk semakin solid jika proses pemilihan berjalan demokratis dan mengedepankan kepentingan partai ke depan. (adm-01/gopos)








