GOPOS.ID, GORONTALO— Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo Utara menggandeng mahasiswa Kerja Praktek (KP) Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo untuk menyukseskan pelaksanaan Festival Mandi Safar (FMS) 2026 di kawasan wisata Pantai Minanga, Kecamatan Atinggola.
Program Kerja Praktek tersebut kembali menjadi ruang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa semester VII untuk memperdalam kompetensi sekaligus menguji kemampuan yang sudah diperoleh selama perkuliahan di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Sebanyak enam mahasiswa ditempatkan di Dinas PUPR Gorontalo Utara sejak 20 Oktober 2025. Mereka adalah Ismail Hader (Arsitektur), Agung Djaba, Moh. Rizky Yunus, dan Moh. Giovani Muliling (Perencanaan Wilayah), serta Ahmad Fathan Hadju dan Erdiansyah Aman (Teknik Sipil). Kedatangan mereka disambut langsung Kepala Dinas PUPR Gorontalo Utara bersama jajaran.
“Kami sangat terbuka dan berharap pengalaman kerja di sini bisa membentuk karakter mahasiswa untuk siap masuk dunia profesional,” ungkap Kepala Dinas PUPR Gorontalo Utara.
Saat ini, Dinas PUPR bersama perangkat daerah lain tengah mempersiapkan secara serius Festival Mandi Safar 2026, sesuai arahan Bupati Gorontalo Utara. Event tahunan itu diharapkan menjadi magnet wisata baru dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Saya ingin memastikan Festival Mandi Safar 2026 berjalan sukses dan meninggalkan kesan positif bagi wisatawan,” ujar Bupati Gorontalo Utara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, mahasiswa Kerja Praktek turut dilibatkan dalam proses perencanaan dan desain kawasan wisata Pantai Minanga. Keterlibatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi akademik terhadap pembangunan daerah.
“Kami bersemangat dan akan memberikan upaya maksimal agar kawasan wisata ini siap menyambut FMS 2026,” tutur Ismail, salah satu mahasiswa KP.
Di bawah supervisi Kepala Bidang Penataan Ruang, mahasiswa diberi mandat menyusun konsep perencanaan dan perancangan kawasan pantai tersebut. Lewat program ini, mereka diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi instansi sekaligus membangun portfolio kerja.
“Semoga kerja praktek ini bisa bermanfaat bagi instansi, membawa nama baik kampus, dan membuka peluang karier setelah lulus,” tambah Ismail.(Rama/Gopos)








