GOPOS.ID, GORONTALO – Produksi jagung pipilan kering di Provinsi Gorontalo pada 2025 diperkirakan meningkat seiring bertambahnya luas panen. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo, total luas panen jagung pipilan tahun ini diperkirakan mencapai 132,83 ribu hektare, naik 4,60 ribu hektare atau 3,59 persen dibandingkan 2024.
Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan peningkatan luas panen tersebut berdampak langsung pada kenaikan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA14%). Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi JPK-KA14% diperkirakan mencapai 647,76 ribu ton, naik 21,79 ribu ton atau 3,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 625,97 ribu ton.
“Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan pada 2025 diperkirakan sebesar 132,83 ribu hektare atau mengalami peningkatan sebesar 4,60 ribu hektare (3,59 persen) dibanding 2024 yang sebesar 128,23 ribu hektare,” ujar Dwi dalam keterangan resmi, Senin (3/11/2025).
Realisasi panen jagung pipilan sepanjang Januari–September 2025 tercatat sebesar 109,28 ribu hektare, meningkat 5,70 ribu hektare atau 5,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara potensi panen pada Oktober–Desember 2025 diperkirakan mencapai 23,55 ribu hektare.
Dwi Alwi mengatakan, puncak panen jagung pipilan pada 2025 terjadi di bulan April dengan luas panen 26,00 ribu hektare. “Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan puncak panen April 2024 yang mencapai 26,85 ribu hektare”.
Survei KSA juga mencatat jenis panen jagung lainnya, yakni panen hijauan dan panen muda. Luas panen jagung hijauan sepanjang Januari–September 2025 mencapai 1,72 ribu hektare atau 1,27 persen dari total luas panen jagung. Adapun panen muda tercatat sebesar 0,64 ribu hektare atau 0,48 persen.
Sementara itu, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA28%) sepanjang 2025 diperkirakan sebesar 876,23 ribu ton, naik 29,47 ribu ton atau 3,48 persen dibandingkan 2024. Produksi tertinggi JPK-KA28% juga terjadi pada April, yakni sebesar 181,06 ribu ton, meski lebih rendah dibandingkan April 2024 yang mencapai 191,94 ribu ton.
Kenaikan produksi jagung di Gorontalo menunjukkan tren positif dalam ketahanan pangan dan potensi ekspor komoditas strategis. Namun, tantangan distribusi, stabilisasi harga, dan penguatan kelembagaan petani tetap menjadi agenda penting agar capaian produksi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.(hasan/gopos)








