No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Lonjakan Harga Bahan Pokok: DPP GMNI Menilai Negara Gagal Kendalikan Tata Niaga Pangan

Putra Tangahu by Putra Tangahu
Kamis 26 Februari 2026
in Nasional
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Lonjakan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini dianggap bukan hanya masalah musiman, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola pangan nasional. Kenaikan harga beras, minyak goreng, gula, dan cabai di berbagai daerah semakin membebani daya beli masyarakat di tengah pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketua DPP Bidang Perindustrian dan Perdagangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Aulia Izqa Djafar, mengkritik pemerintah yang dinilai tidak serius dalam menangani masalah distribusi dan pengawasan pasar. 

“Ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa. Setiap tahun rakyat dihadapkan pada persoalan yang sama: harga naik, pemerintah bereaksi lambat, dan solusi yang ditawarkan bersifat sementara. Ini menunjukkan ada kegagalan sistemik dalam pengelolaan pangan,” tegas Aulia dalam pernyataannya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pemerintah sering menjadikan faktor cuaca, momentum hari besar keagamaan, dan gangguan distribusi sebagai alasan klasik. Namun, masalah utamanya terletak pada rapuhnya sistem distribusi, lemahnya pengawasan terhadap praktik penimbunan, serta adanya dugaan kuat permainan spekulan di tingkat distributor.

Baca Juga :  Terinspirasi Film Tom and Jerry, Bocah ini Nekat Terjun dari Lantai 26 dengan Payung

Aulia menegaskan bahwa negara seharusnya memiliki instrumen yang kuat untuk mengendalikan harga komoditas strategis. Namun, mekanisme pasar dibiarkan bekerja tanpa kontrol yang memadai.

“Negara tidak boleh tunduk pada kartel dan mafia pangan. Jika harga bisa melonjak drastis dalam waktu singkat, artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan. Pemerintah harus berani membuka data stok nasional secara transparan dan menindak tegas pelaku penimbunan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketergantungan pada impor sejumlah komoditas pangan yang dinilai memperlemah posisi tawar Indonesia. Ketika harga global bergejolak atau nilai tukar melemah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun di atas fondasi impor. Kita punya sumber daya, punya petani, tapi kebijakan industrialisasi pangan tidak konsisten. Akibatnya, setiap terjadi gangguan kecil, harga langsung melonjak,” kata Aulia.

DPP GMNI Bidang Perindustrian dan Perdagangan mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi pangan nasional, mengevaluasi peran BUMN pangan agar berfungsi sebagai stabilisator harga, menindak tegas praktik kartel dan spekulasi yang merugikan rakyat, serta menyusun peta jalan kemandirian pangan berbasis produksi dalam negeri.

Baca Juga :  Begini Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Gorontalo Jelang Lebaran

Aulia menegaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga persoalan keadilan sosial. Ketika harga beras dan kebutuhan pokok lainnya melambung, yang paling terdampak adalah buruh, petani kecil, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Jika negara tidak mampu menjamin stabilitas harga pangan, maka yang dipertaruhkan adalah kepercayaan rakyat. Pemerintah harus berhenti dengan kebijakan reaktif dan mulai membangun sistem yang kuat, transparan, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

DPP GMNI memastikan akan terus mengawal kebijakan sektor perindustrian dan perdagangan serta mendorong langkah konkret agar stabilitas harga bahan pokok tidak lagi menjadi persoalan tahunan yang berulang. (Putra/Gopos)

Tags: DPP GMNIGMNIHarga Bahan PokokTata NiagaTata Niaga Pangan
Previous Post

Polsek Telaga Cegah Balap Lari yang Resahkan Warga

Next Post

Tas Kecil dan Gaya Hidup Kampus: Studi Mahasiswa UNG Bongkar Maknanya

Related Posts

Pemberian cendramata oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si. kepada Prof. Dian Ekawaty Ismail dari Universitas Gorontalo
Nasional

Ahli Hukum Pidana Gorontalo Paparkan Penerapan KUHP Baru dan Mitigasi Praperadilan di Polda Riau

Senin 26 Oktober 2026
Nasional

Penumpang Internasional Kini Bisa Pesan Whoosh Lewat All Indonesia  

Kamis 22 Oktober 2026
Nasional

Prajurit Yonif 713/Satya Tama Ikut Bangun Jembatan Merah Putih di Papua

Rabu 14 Oktober 2026
Nasional

DPC GMNI Jakarta Timur Gelar PPAB Raya, Perkuat Ideologi dan Konsolidasi Kader di Era Digital

Senin 12 Oktober 2026
Gorontalo

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

Jumat 9 Oktober 2026
Komisi VII DPR RI melaksanakan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap para calon Dewas RRI, Rabu (7/10).(Foto: Antara)
Nasional

Komisi VII DPR Tetapkan Lima Dewas RRI Periode 2026–2031, Satu Putra Gorontalo

Rabu 7 Oktober 2026
Next Post

Tas Kecil dan Gaya Hidup Kampus: Studi Mahasiswa UNG Bongkar Maknanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kejati Tahan Eks Pj Gubernur Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Karyawan PT GM saat Demo Penambang: Dikejar, Barang Berharga Hilang 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.