GOPOS.ID, POHUWATO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pohuwato membantah dugaan praktek pembiaran kekerasan terhadap sesama warga binaan alias para narapidana.
Bantahan tersebut menyusul unggahan di media sosial melalui akun Facebook Pencari Keadilan yang menyebut Lapas Pohuwato melakukan praktek ketidakadilan di dalam Lapas tersebut.
Mengutip dari unggahannya, akun tersebut menyampaikan bahwa hanya mereka yang ber “uang” yang mendapatkan keistimewaan di dalam Lapas tersebut. Ketidakadilan yang dimaksud seperti diberikan handphone, diberikan waktu kapan saja saat napi tersebut mau bertemu.
“Bahkan ada napi yang hanya di karantina dua hari karena dia ber “uang” sedangkan beberapa dikarantina hingga berminggu-minggu,” tulisnya.
Bahkan baru-baru ini, masih tulisan akun tersebut, ada kejadian pemukulan terhadap sesama napi namun pihak petugas Lapas Pohuwato hanya membiarkan dan tidak ada keadilan.
“Tunjukkan ke kami masyarakat bahwa kalian bisa menjaga kamu dan keluarga kami yang sedang dijatuhi hukuman. Jangan kalian jadikan kami sebagai ladang pemerasan,” tutup akun tersebut.
Terpisah, Kepala Pengamanan Lapas Pohuwato, Franky Gunawan Ma’ruf menyampaikan, terkait dengan unggahan di media sosial membahas sejumlah hal termasuk hak istimewa dan pemerasan serta pemukulan, hal tersebut tidaklah benar.
“Tidak ada biaya yang dipungut selama proses karantina,” tegas dia diwawancarai gopos.id melalui sambungan telepon, Rabu malam (1/10/2025).
Terkait pemukulan, dijelaskan bahwa hal itu terjadi karena seorang warga binaan terlibat dalam pencurian uang masjid dan mengakui perbuatannya. CCTV merekam kejadian tersebut, tetapi warga binaan yang bersangkutan berusaha melemparkan tuduhan kepada orang lain.
Tak hanya itu, F, salah satu napi, juga diduga melakukan pencurian kalung emas milik seorang anak kecil yang datang membesuk salah satu tahanan. Dugaan tersebut, kata Franky, diperkuat dengan rekaman CCTV.
Akibat ulah F yang berulang kali meresahkan, sejumlah tahanan pun meluapkan amarah hingga terjadi pemukulan. Beruntung, peristiwa itu segera dilerai oleh petugas Lapas.(Putra/Gopos)








