GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menggelar kuliah umum pada pembukaan perkuliahan tahun akademik baru.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Dewan Adat Gorontalo, Alim Niode, sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Merajut Kebudayaan Demokrasi dan Kebangsaan: Tantangan Pendidikan dan Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Rektor UNBITA Gorontalo, Ellys Rachman mengungkapkan alasan pihaknya memilih tema terkait adat dan kebudayaan. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari upaya membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beradab, beretika, dan memiliki tanggung jawab sosial.
“Melihat kondisi bangsa dan daerah saat ini, mahasiswa harus dibekali dengan karakter yang kuat. Bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga beradab serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat,” ujar Ellys.
Dr. Ellys menjelaskan kebudayaan merupakan hasil dari pikiran, ide, dan perilaku manusia. Karena itu, lembaga pendidikan harus menjunjung tinggi nilai budaya sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa.
Ia menekankan agar mahasiswa menjalankan peran dengan baik, memanfaatkan kampus sebagai ruang belajar, serta berani mengemukakan pendapat tanpa harus bersikap radikal atau menggunakan kekerasan.
“Kami ingin mahasiswa melihat dan mendengar dengan hati serta pikiran sebelum mengucapkan atau melakukan sesuatu. Dengan begitu, mereka akan tumbuh sebagai pribadi yang beretika, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” tambahnya.
Ellys menambahkan, melalui kuliah umum ini UNBITA ingin menghadirkan pemahaman bahwa pendidikan bukan sekadar soal ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter untuk menghadapi tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kebangsaan.
Sementara itu, Alim Niode dalam paparannya menekankan pentingnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang harus berperan aktif dalam memperkuat demokrasi serta menjunjung tinggi nilai adat dan kebudayaan.
Menurutnya, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kontribusi nyata dari kaum muda yang berintegritas dan memiliki komitmen kebangsaan. (Rama/Gopos)








