GOPOS.ID, KALTIM — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, Sophian Rahmola bersama Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo, Marleni Makuta menghadiri kegiatan penanaman pohon simbolik demokrasi yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang diikuti jajaran penyelenggara pemilu dari seluruh Indonesia sebagai simbol komitmen menjaga keberlanjutan demokrasi dalam sistem pemerintahan nasional yang kini berpusat di IKN.
Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Sophian Rahmola menyampaikan, penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna filosofi mendalam.
“Menurut saya, pohon ini adalah simbol pohon demokrasi yang dekat dengan istana. Dengan tumbuhnya pohon ini, kita berharap iklim demokrasi dapat terus terpelihara dari IKN untuk masa depan elektoral Indonesia,” ujar Sophian.
Ia menegaskan, keberadaan simbol tersebut mencerminkan harapan agar pemilu, partisipasi rakyat, dan prinsip demokrasi tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan pemerintahan baru di IKN.
Sophian juga menambahkan bahwa penanaman pohon sebagai simbol demokrasi memiliki dimensi strategis, tidak hanya untuk pemilu, tetapi juga pesan keberlanjutan.
“Pohon akan tumbuh, mengakar, dan memberi manfaat bagi banyak orang. Begitu pula demokrasi — harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi sehat,” lanjutnya.
KPU Provinsi Gorontalo Dukung Penguatan Sistem Pemilu di Era IKN
Sementara itu, Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo, Marleni Makuta turut menyampaikan, kehadiran KPU daerah dalam kegiatan ini menunjukkan kesiapan lembaga penyelenggara pemilu untuk beradaptasi dengan dinamika pemerintahan dan modernisasi sistem pemilu nasional.
Ia menilai bahwa momentum pembangunan IKN harus menjadi awal penguatan tata kelola pemilu berbasis teknologi, transparansi, dan akses publik.
Kegiatan ini menjadi rangkaian upaya nasional memperkuat nilai demokrasi bersamaan dengan pemindahan pusat pemerintahan ke IKN, sekaligus mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya sistem — tetapi komitmen bersama untuk dijaga dan dirawat seperti pohon yang ditanam hari ini.(adm03gopos)








