GOPOS.ID, JEMBER – Menjelang Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan di lapak penjualan hingga rumah potong hewan.
Pengawasan mulai digencarkan sejak pertengahan Mei. Petugas menyisir kandang-kandang penjualan hewan kurban yang banyak bermunculan di kawasan perkotaan dan pinggir jalan.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet DKPP Jember, Henry Kurniawan Mulyodiputro, mengatakan survei awal dilakukan sejak 18 Mei 2026 kepada pedagang hewan kurban.
“Sejak 18 Mei kemarin, kami mulai melakukan survei awal ke pedagang yang membuka kandang penjualan hewan kurban,” ujar Henry, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan layak disembelih saat Idul Adha. Pengawasan juga difokuskan mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Vaksinasi sudah dilakukan kepada sekitar 40 ribu hewan ternak untuk meminimalisir penyebaran PMK,” katanya.
Henry menyebut program vaksinasi akan terus berjalan sepanjang tahun. Langkah itu dinilai penting menjaga kesehatan hewan ternak di wilayah Jember tetap stabil.
“Program vaksinasi ini terus dilakukan sepanjang tahun demi menjaga kesehatan ternak,” imbuhnya.
Meski begitu, DKPP Jember masih menemukan dua ekor sapi positif PMK pada Februari 2026. Kasus tersebut disebut sudah ditangani petugas kesehatan hewan.
“Kasus terakhir hanya dua ekor sapi dan sudah langsung kami tindak lanjuti,” jelas Henry.
DKPP Jember juga melibatkan tenaga kesehatan hewan dari sejumlah organisasi profesi. Mereka diterjunkan ke seluruh kecamatan selama proses Idul Adha berlangsung.
Petugas nantinya melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem, mulai sebelum hingga sesudah penyembelihan hewan kurban dilakukan masyarakat.
“Mereka memastikan organ dalam hewan kurban bebas penyakit seperti cacing hati maupun gangguan paru,” terangnya.
DKPP Jember turut mengimbau masyarakat memanfaatkan rumah potong hewan resmi. Saat ini tersedia sekitar 11 RPH yang disiapkan untuk mendukung penyembelihan aman dan higienis.
“Di RPH sudah tersedia desinfektan dan perlengkapan memadai agar proses penyembelihan berjalan aman,” pungkasnya.(kur)








