GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Keresahan warga terkait matinya ikan-ikan di Sungai Bone akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pemerintah.Camat Suwawa Selatan, Ricky Roman Wartabone, menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak berkaitan dengan pencemaran limbah tambang sebagaimana isu yang sempat ramai beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan.
“Alhamdulillah, hasil yang kami dapat di lapangan sejak kemarin setelah melakukan peninjauan, tidak ditemukan indikasi adanya racun kimia tambang,ujar Ricky saat diwawancarai, Senin (18/5/2026).
Menurut Ricky, penyebab utama kematian ikan terjadi karena adanya pengeringan aliran sungai akibat uji coba buka-tutup air yang dilakukan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di wilayah Desa Poduwoma, Suwawa Timur. Kondisi itu membuat debit air Sungai Bone menurun drastis sehingga ikan-ikan kekurangan oksigen dan akhirnya mati.
“Karena ada proses buka-tutup air oleh perusahaan PLTMH, terjadi pengeringan sungai. Ikan-ikan yang ada di Sungai Bone kekurangan air dan mati,”jelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi sejak 16 Mei 2026 di sejumlah wilayah bantaran Sungai Bone, mulai dari Kecamatan Suwawa Timur, Suwawa Selatan, hingga Suwawa Induk dan daerah sekitarnya.
Ricky yang pernah menggeluti dunia pertambangan sejak 2004 itu juga menepis isu pencemaran lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, jika benar terjadi pencemaran bahan kimia tambang, dampaknya seharusnya sudah dirasakan sejak lama dan tidak muncul secara tiba-tiba saat ini.
“Kalau memang ada pencemaran lingkungan, tentu dampaknya sudah terjadi sejak dulu, bukan baru sekarang. Saya juga dulu pernah berada di dunia pertambangan pada tahun 2004,”tegasnya.
Pemerintah kecamatan, lanjut Ricky, kini terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar. Ia berharap warga tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. (Indra/Gopos)







