GOPOS.ID, GORONTALO – Jagung masih menjadi salah satu andalan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Meski beberapa komoditas lain mulai ikut menyumbang ekspor, pemerintah belum menggeser jagung dari daftar prioritas. Bedanya, kini jagung tidak hanya diarahkan untuk dijual keluar daerah atau diekspor dalam bentuk bahan mentah.
Pemprov ingin sebagian hasil panen jagung bisa diolah di Gorontalo menjadi pakan ternak. Salah satu yang dibidik adalah hilirisasi peternakan ayam terintegrasi, yang saat ini tengah dikembangkan di wilayah Gorontalo Utara.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin A. Katili, menyampaikan jagung masih menjadi komoditas yang diprioritaskan dalam menggenjot perekonomian daerah Gorontalo. Sejalan hal itu maka dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek dan Menengah Daerah (RPJPD dan RPJMD), pengembangan jagung diarahkan pada dukungan untuk hilirisasi ternak ayam terintegrasi.
“Dengan adanya hilirasi ternak ayam terintegrasi ini maka memberikan nilai tambah untuk komoditi jagung. Jadi tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah (bahan baku), tetapi dapat diolah menjadi pakan untuk menopang kebutuhan hilirasi ternak ayam terintegrasi,” ungkap Wahyudin Katili kepada wartawan saat menghadiri rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/9/2026).
Menurut Wahyudin Katili, pengembangan jagung ke arah hilirisasi tersebut akan berdampak siklus ekonomi yang berputar di dalam daerah atau multiplier effect. “Hasil produksi jagung kita tidak lagi sepenuhnya bergantung untuk diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah di dalam daerah, serta memberikan nilai tambah,” urai Wahyudin Katili.
Lebih lanjut Wahyudin Katili menyambut positif mulai kontribusi sejumlah komoditi terhadap nilai ekspor daerah Gorontalo. Seperti komoditi perikanan, produk olahan kelapa, serta pelet kayu. Ia berharap, keberadaan serta produktivitas komoditi-komoditi tersebut dapat lebih memperkuat kinerja perekonomian daerah Gorontalo.
Sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, menjelaskan ekspor Gorontalo pada Juli 2026 tercatat sebesar US$6,90 juta. Secara kumulatif (Januari-Juli 2026) nilai ekspor Gorontalo mengalami kenaikan sebesar 17,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
“Negara tujuan ekspor utamanya masih ke Jepang dengan produk utama adalah ikan dan udang, serta pelet kayu. Kemudian Jerman, dan Rusia dengan produk turunan kelapa dalam,” jelas Agus Sudibyo.(hasan/gopos)








