GOPOS.ID, GORONTALO – Hulonthalo Art&Craft Festival (HACF/Festival Seni dan Kerajinan Gorontalo) yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menjadi wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan serta memperluas promosi dan eksposur produk hingga ke luar Gorontalo.
Hal itu ditunjukkan dengan nilai transaksi penjualan serta business matching pembiayaan dan ekspor yang dicapai pada pelaksanaan HACF, 27-29 September 2025 di Gorontalo Place Convention Center (GPCC). Nilai transaksi penjualan dicapai dari road to HACC hingga pelaksanaan HACC mencapai Rp3,338 miliar.
Selama rangkaian HACF 2025 juga dilakukan Business Matching (temu bisnis) dengan total nominal sebesar Rp1,55 miliar. Rinciannya business matching pembiayaan antara perbankan dengan usaha Komoditas Kopi, serta UMKM sektor perikanan dan peternakan dengan total Rp1,05 miliar. Business matching ekspor ke Taiwan antara Aggregator/pembeli dengan UMKM Daun sirsak mencapai Rp500 juta.
“Melalui capaian ini, diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM Provinsi Gorontalo untuk semakin naik kelas,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, pada closing ceremony HACF 2025, Senin (29/9/2025).
Pada rangkaian HACF 2025 juga dilaksanakan berbagai kegiatan. Seperti Gorontalo Karnaval Karawo yang diikuti 45 kontingen dengan total peserta sebanyak 850 orang; Seminar Nasional Karawo; Talkshow UMKM Naik kelas; Talkshow Kopi; Indonesia Berkarawo & Fashion Show yang menampilkan 19 karya desainer lokal kebanggaan Gorontalo.
Selain itu berbagai lomba dan kompetisi yang meliputi: Celebes Brewers Cup; Dance Competition; Stand Up Comedy Competition; Lomba Mewarnai; Lomba Ranking 1; serta Fashion Show Competition
“Selama rangkaian kegiatan HACF 2025, UMKM dan masyarakat umum telah mengoptimalkan kanal QRIS dalam melakukan digitalisasi transaksi pembayaran, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) untuk memperkuat literasi tentang pentingnya kecintaan pada uang Rupiah, serta layanan pajak untuk melakukan konsultasi pajak,” tutur Bambang Setya Permana.
Pada penutupan HACF 2025 turut pula dilakukan peluncuran rebranding HACF menjadi Harfest. Branding Harfest akan digunakan pada pelaksanaan kegiatan serupa 2026.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menilai pelaksanaan HACF dan GKK 2025 semakin lebih baik. Hal itu ditunjukkan dari antusiasme pengunjung yang datang menyaksikan HACF.
“Ini sesuai harapan pemerintah. UMKM dan ekonomi kreatif terlihat makin berkembang, ditopang oleh dukungan masyarakat yang tetap antusias,” kata Idah Syahidah.
Di akhir sambutan, Idah berharap, pelaksanaan HACF dan GKK ke depan mampu menarik minat orang dari luar daerah.
“Ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah kita bersama,” ungkap Idah Syahidah.(hasan/gopos)








