GOPOS.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menunjukkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan embarkasi haji di Bumi Serambi Madinah. Setelah mengikuti Rakornas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa (3/2/2026), Gubernur Gusnar bertemu dengan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. Dalam pertemuan ini, turut hadir Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman Laisa, dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Mas’ud.
Gubernur Gusnar memaparkan pentingnya menjadikan Bandara Djalaluddin Gorontalo sebagai embarkasi/debarkasi haji penuh. Dengan pengalaman 16 tahun sebagai Embarkasi Haji Antara (EHA) yang berjalan lancar, Gorontalo memiliki sarana yang memadai, termasuk asrama haji yang memenuhi syarat. Gubernur juga menyoroti bahwa di Kawasan Timur Indonesia hanya terdapat satu embarkasi haji penuh, yaitu di Makassar.
“Untuk efektivitas layanan haji, perlu dilakukan penambahan embarkasi di Provinsi Gorontalo. Letak strategis Gorontalo sangat mendukung akomodasi wilayah sekitar. Namun, infrastruktur Bandara Djalaluddin perlu ditingkatkan dengan penambahan apron, taxiway, pelapisan runway, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jamal Nganro.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan respon positif terhadap usulan tersebut. Kementerian Perhubungan RI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pembangunan apron tahap satu. Pekerjaan lanjutan terkait pembangunan apron, taxiway, dan pelapisan runway direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2027.
“Alhamdulillah, Bapak Menteri Perhubungan merespon dengan baik usulan Gubernur Gorontalo. Diharapkan semua fasilitas infrastruktur dapat rampung pada tahun 2027, sehingga embarkasi haji Gorontalo dapat terlaksana pada tahun 2028,” tutup Jamal.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Gusnar juga didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Sagita Wartabone, serta Staf Khusus Bidang Infrastruktur dan Pariwisata, Bonny Ointu. (Putra/Gopos)








