GOPOS.ID, GORONTALO – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, menilai pengembangan sektor peternakan harus difokuskan pada peningkatan produktivitas melalui pelatihan dan pendampingan, bukan sekadar program pertukaran pemuda.
Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan dalam pembahasan KUA/PPAS APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, pemerintah harus membuka ruang pelatihan khusus bagi generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha peternakan.
“Ketika ruang-ruang ini dibuka, ada pelatihan-pelatihan tentang peternakan, pemerintah memberi bantuan sapi, mengajarkan cara memberi pakan, menjamin kesehatannya, saya yakin itu akan produktif,” ujarnya.
Erwin menilai konsep pertukaran pemuda tidak lagi menjadi solusi utama dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan.
“Itu wasting time menurut saya. Saya berbicara sebagai Komisi II yang fokus pada ekonomi dan keuangan, bagaimana langsung kepada hasil produktivitas. Kita tidak perlu lagi belajar ke sana-ke sini,” tegasnya.
Ia menegaskan Gorontalo memiliki potensi besar sebagai sentra peternakan sapi di kawasan utara Sulawesi. Pasar pun dinilai sudah terbuka karena permintaan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus meningkat.
“Gorontalo hari ini adalah lumbung sapi. Kalimantan Timur ambil dari kita, Kalimantan Utara juga. Pelabuhan Anggrek sudah tersedia, kapal khusus sapi juga ada. Tinggal bagaimana Dinas Peternakan menghadirkan orang-orang yang ahli di bidang ini. Kita punya pakan, lahan, semuanya tersedia. Tidak ada alasan untuk tidak menggerakkan ekonomi dari sektor peternakan,” tutupnya. (Isno/gopos)








