No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Doa untuk Indonesia Damai

Hasan by Hasan
Minggu 31 Agustus 2025
in Menyapa Nusantara
0
Para demonstran berunjuk rasa di depan Markas Brigade Mobil (Brimob) di Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Para demonstran berunjuk rasa di depan Markas Brigade Mobil (Brimob) di Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Agustus 2025.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Indonesia damai adalah harapan kita bersama. Hanya saja, Indonesia damai kita sedang diwarnai keadaan mengkhawatirkan, terkait ekses dari aksi unjuk rasa di gedung DPR RI di Jakarta yang kemudian merambah ke berbagai daerah di kota lain.

Adanya korban jiwa dari pengunjuk rasa telah membuat situasi bertambah rumit, bahkan massa menjadi marah dengan membakar sejumlah bangunan dan kendaraan.

Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh itu telah menjadi sandungan bagi wajah Indonesia damai. Baik pengunjuk rasa maupun anggota Polri yang bertugas mengamankan aksi tersebut sama-sama menjadi korban. Ada yang meninggal dan ada pula yang luka-luka, hingga harus dirawat di rumah sakit.

Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia damai tidak bisa kembali terwujud. Kita bisa mengambil peran masing-masing untuk menjaga bangsa ini selamat dari perpecahan dan huru hara.

Baik mereka yang terlibat langsung dalam aksi, maupun yang tetap bekerja atau yang beraktivitas di rumah masing-masing dapat membantu menjaga Indonesia damai dengan berdoa agar tidak ada lagi aksi yang berlangsung anarkis, yang menyebabkan pengunjuk rasa maupun anggota Polri yang bertugas mengamankan aksi itu terjebak dalam keadaan jiwa saling marah.

Mungkin pilihan membantu menjaga negeri ini tetap berada pada posisi Indonesia damai dengan doa tidak terlihat sehebat mereka yang ikut aksi turun ke jalan untuk menuntut para pihak yang membuat rakyat marah.

Sebagai bangsa yang dikenal agamis, pilihan berkontribusi dengan doa untuk Indonesia damai, bukan sesuatu yang remeh, apalagi tidak bermakna apa-apa.

Kita punya pengalaman kolektif, ketika Indonesia damai pernah terganggu oleh merebaknya pandemi COVID-19 pada 2020. Kala itu, semua pihak juga telah terjebak dalam pikiran khawatir dan cemas, yang mana kondisi psikologis seperti itu diyakini ikut melemahkan daya tahan tubuh masyarakat. Mereka yang terjebak dalam pikiran khawatir dan cemas berlebihan lebih mudah tertular virus, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Presiden Tegaskan Siap Berkantor di IKN Secepatnya

Upaya mengembalikan situasi Indonesia damai dilakukan dengan segala cara, baik dengan metode medis, seperti vaksinasi dan ikhtiar untuk menjalani pola hidup yang sehat. Satu hal yang mungkin terlupakan perannya adalah untaian doa-doa dari seluruh penjuru negeri agar bangsa ini selamat.

Peran doa untuk menjaga Indonesia damai memang tidak terlihat dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, meskipun sesungguhnya, kekuatan yang menghadirkan melimpahnya energi Ilahi ini bukan sesuatu yang main-main.

Energi Ilahi yang hadir lewat jolokan doa umat, agama apapun yang kita anut, telah menyalurkan kekuatan batiniah bagi masyarakat, sehingga yang sakit karena terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu segera sembuh, dan yang sehat juga tetap terpelihara, sehingga tidak tertular virus mematikan itu.

Kala itu, kelompok-kelompok keagamaan selalu meluangkan waktu untuk berdoa bersama di rumah maupun tempat ibadah masing-masing agar Indonesia damai kembali pulih.

Menghadapi situasi sosial akibat dari aksi unjuk rasa ini, saatnya kita kembali menggunakan kekayaan spiritual bangsa ini untuk dilangitkan, kemudian berkahnya menggugur bumi Indonesia damai, yaitu untaian doa.

Lewat doa untuk Indonesia damai, kita menggugah hati para pengunjuk rasa maupun aparat, sehingga menyikapi situasi selalu dengan kepala dingin dan hati lembut. Kedua belah pihak yang harus berhadapan karena perbedaan peran dalam menjaga Indonesia damai ini tidak terpicu untuk membuat satu sama lain saling menyakiti.

Baca Juga :  Investasi Indonesia Triwulan III Tahun 2023 Naik

Lewat doa, diam-diam kita mengalirkan energi positif agar semua pihak yang terlibat aksi unjuk rasa maupun pengamanan, lebih menjunjung tinggi keselamatan bangsa di atas segala kepentingan yang saat ini merek perjuangkan.

Di luar doa-doa formal itu, kita juga dapat menjaga suasana kebatinan Indonesia damai ini tidak terseret pada kondisi yang menakutkan, antara lain dengan menahan diri untuk tidak terprovokasi oleh informasi-informasi dengan berbagai lini media sosial.

Menahan diri itu, antara lain dengan memilih sikap selektif dalam membagikan berita, baik teks maupun gambar bergerak, terutama yang beredar di media sosial.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa apa yang tersaji di media sosial itu belum tentu semuanya benar atau sesuai fakta. Apa yang tersiar di media sosial tidak melalui proses verifikasi fakta, yang menjadi syarat utama disiarkannya satu berita di media arus utama.

Dalam suasana aksi unjuk rasa besar, seperti yang terjadi di Jakarta, maupun di sejumlah daerah, saat ini, mudah sekali kita temukan kiriman video yang dampaknya bukan untuk meredam suasana. Sebaliknya, video, apalagi yang sudah dirancang untuk memperburuk suasana, tidak jarang sudah diedit atau ditambah dengan narasi negatif, sehingga membuat masyarakat yang melihat rekaman itu menjadi tersulut secara emosi.

Akibat tersulutnya emosi itu, kemudian dampak psikologisnya beranak pinak, mungkin juga beranak cucu, dengan tambahan hujatan kepada pihak-pihak tertentu. Secara energi semesta, keberpihakan yang dilandasi dengan emosi kebencian, apalagi dengan dibumbui umpatan, tidak disadari bahwa hal itu justru turut memperburuk suasana.

Berdoa untuk Indonesia damai dapat kita lakukan di mana dan kapan saja.(Antara/gopos)

Tags: Doa untuk IndonesiaIndonesia Menyapa
Previous Post

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Anggota DPR

Next Post

Mahasiswa KKN UNG Dorong Kemandirian Pangan Desa Kramat Lewat Inovasi Olahan Ikan

Related Posts

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)
Menyapa Nusantara

Qodari: Negara Harus Hadir dengan Data, Bukan Diam

Sabtu 12 September 2026
Gubernur Kaltim Seno Aji (kelima dari kiri), Kepala BI Kaltim (keenam dari kiri) dan sejumlah pihak terkait saat panen padi di Desa Sidomulyo, Anggana, Kutai Kartanegara, Kaltim, Kamis (10/9/2026) (ANTARA/ HO- BI Kaltim)
Menyapa Nusantara

Tatkala Emas Hijau dan Teknologi Menyatu di Timur Kalimantan

Jumat 11 September 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi

Senin 31 Agustus 2026
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti sidang pleno voting opsi mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) dini hari. Peserta Muktamar ke-35 NU menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari sistem 'one man one vote' (satu orang, satu suara) menjadi mekanisme 'Ahlul Halli wal Aqdi' (AHWA) dan pemilihan akan berlanjut pada Minggu (30/8) pagi. ANTARA FOTO/Syaiful Arifngasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, K.H Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Menyapa Nusantara

Gus Kikin Terpilih Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin 31 Agustus 2026
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)
Menyapa Nusantara

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Seluler Wajib Beri Pilihan

Sabtu 29 Agustus 2026
Next Post

Mahasiswa KKN UNG Dorong Kemandirian Pangan Desa Kramat Lewat Inovasi Olahan Ikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • comet star shining in a blue sky. (Ilustrasi)

    Warga Gorontalo Digegerkan Fenomena Kilatan Cahaya dan Suara Dentuman Keras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Gorontalo Soroti Dugaan Arogansi Oknum yang Mengaku Wartawan di RS Sitti Khadijah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokter RS Sitti Khadijah Laporkan Jefry Taha yang Diduga Lakukan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haji Pepen Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Kanal Tanggidaa: Lebih Rendah Dari Tuntutan JPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APSI-UIN Sultan Amai Gorontalo Buka Pendidikan Advokat Angkatan Pertama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.