No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Disindir Jadi Pedagang, Dibalas dengan Gelar, Cerita Inspiratif Ramdhan Si Pejuang Rempah

Ishak Noho by Ishak Noho
Selasa 28 Oktober 2025
in Indepth News
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Di antara riuh tawar-menawar di Pasar Kwandang, tampak seorang pemuda berkaus sederhana tersenyum ramah melayani pembeli.

Tangannya cekatan menimbang bawang merah, cabai, dan rempah-rempah lainnya. Tak banyak yang tahu, di balik lapak bertuliskan “Sinar Mentari” itu, tersimpan kisah tentang tekad, perjuangan, dan mimpi besar seorang anak bangsa bernama Moh. Ramdhan Imran.

Ramdhan bukan pedagang biasa. Ia seorang lulusan Universitas Ichsan Gorontalo, jurusan Hukum, yang tengah berjuang menuntaskan studi S2-nya.

Namun, keterbatasan ekonomi membuat langkahnya sempat terhenti. “Saya sempat berpikir, mungkin mimpi kuliah lagi terlalu tinggi untuk anak kampung seperti saya,” ujarnya pelan.

Tapi hidup mengajarkan satu hal bahwa kegigihan bisa mengalahkan keadaan. Pada 2019, Ramdhan sempat menjadi guru di salah satu SMA di Gorontalo Utara. Namun, penghasilannya tak cukup untuk melanjutkan studi.

Ia lalu memutuskan merantau ke Morowali, Sulawesi Tengah, berharap nasib lebih baik di kawasan pertambangan. Tapi realita berkata lain hidup di wilayah tambang keras dan penuh risiko.

Baca Juga :  Sertu Amirul, Sang Penjaga Aliran Air yang Menggerakkan Pekerjaan Desa

Cuaca ekstrem, biaya tinggi, hingga ketidakpastian membuatnya berpindah ke Bitung, Manado, hingga Kotamobagu. Alih-alih menyerah, ia justru membawa pulang pengalaman dan tabungan kecil hasil kerja kerasnya.

Dengan modal itulah ia membangun usaha jual rempah-rempah di Pasar Kwandang. “Saya mulai dari satu jenis barang saja bawang merah. Lama-lama, jualan bertambah, pelanggan makin banyak,” kenangnya sambil tersenyum.

Kini, lapak sederhana itu bukan hanya sumber penghasilan, tapi juga simbol harapan. Dari situ, Ramdhan membiayai kuliah S2-nya yang sempat tertunda di Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo.

“Banyak yang nyindir, katanya ‘sarjana kok cuma jualan di pasar’. Tapi saya tidak malu. Saya bangga karena rezeki ini halal. Justru dari pasar inilah saya bisa mewujudkan cita-cita saya,” ucapnya tegas.

Baca Juga :  Awas! DBD Mulai Mengintai, 2018 Terjadi 14 Kasus Kematian

Bagi Ramdhan, berdagang bukan sekadar mencari uang. Ia belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan makna perjuangan.

“Saya ingin membuktikan bahwa pendidikan dan kerja keras bisa berjalan bersama. Kita bisa mulai dari mana saja asal tidak berhenti berusaha,” katanya.

Kini, ia tengah bersiap melanjutkan studi yang sempat terhenti di semester tiga. Cita-citanya sederhana: ingin mengabdi lebih besar untuk masyarakat Gorontalo.

“Kalau nanti lulus, saya ingin membuka pelatihan wirausaha bagi anak muda di kampung. Supaya mereka tahu, sukses itu tidak harus selalu berangkat dari kota besar,” tuturnya penuh semangat.

Kisah Ramdhan adalah pengingat bahwa mimpi besar tak selalu lahir dari gedung megah atau jalan mulus, tetapi dari peluh, keberanian, dan doa yang tak putus di tengah hiruk-pikuk pasar.

Ia membuktikan bahwa gelar sarjana bukan akhir perjuangan, melainkan awal perjalanan untuk memberi makna bagi orang lain. (*)

Tags: Ekonomi KreatifinspirasiKisah SuksesPedagang Pasarpemuda gorontaloperjuangan pendidikanS2semangat pantang menyerahUMKM Lokalwirausaha muda
Previous Post

Direktur RSUD Ainun Habibie Serahkan Petikan Keputusan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu

Next Post

Sumpah Pemuda ke-97, Wali Kota Weny Gaib: Indonesia Harus Berdiri Tegak dan Tidak Boleh Kalah

Related Posts

Indepth News

Jejak Karier La Ode Sulaiman, Dari Pimpinan Bulog Gorontalo ke Auditor Madya Papua

Rabu 26 Agustus 2026
Arsip foto - kerusakan infrastruktur dan bangunan akibat gempa bumi kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin (10/8/2026) pukul 12.34 GMT (19:34 WIB). /ANTARA/Anadolu/py.
Indepth News

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Sudah 21 Orang Tewas

Selasa 11 Agustus 2026
Indepth News

Perjuangan Guru Non-Database yang Terhenti di Ambang Seleksi P3K

Selasa 18 November 2025
Indepth News

TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo: Huyula dan Kemanunggalan Membangun Negeri

Sabtu 8 November 2025
Indepth News

Letkol Arh Roma Laksana Yudha, Sosok di Balik Suksesnya TMMD ke 126

Kamis 6 November 2025
Gotong royong tanpa batas. Warga dan prajurit TMMD ke-126 bahu-membahu menuntaskan rabat beton yang menjadi urat nadi ekonomi desa.(foto.isno gopos)
Indepth News

Dari Tanah Tonala: Kisah Persaudaraan antara Loreng dan Warga Negeri di Atas Awan

Selasa 4 November 2025
Next Post

Sumpah Pemuda ke-97, Wali Kota Weny Gaib: Indonesia Harus Berdiri Tegak dan Tidak Boleh Kalah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Mahasiswi Meninggal di kos-kosan Diduga Punya Riwayat Penyakit Jantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Flash News: Mayat Perempuan Ditemukan di Kos-Kosan Dulalowo Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik Calon Mahasiswa, Desil 1–4 Berpeluang Kuliah dengan KIP di UNBITA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Kos-kosan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Japan.nus-Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.