GOPOS.ID, JEMBER – Intensitas bencana di Kabupaten Jember dalam tiga bulan pertama 2026 terbilang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ratusan kejadian sejak awal Januari hingga akhir Maret.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan total ada 276 peristiwa bencana. Dari jumlah itu, 243 di antaranya tergolong bencana alam yang didominasi banjir, longsor, dan angin kencang.
“Jika melihat frekuensi dan jenisnya, Jember ini sudah seperti supermarket bencana, bukan lagi minimarket,” ujar Edy dalam talkshow kebencanaan di Persemaian Permanen Garahan, Sabtu malam (25/4/2026).
Peristiwa paling mencolok terjadi di Kecamatan Wuluhan. Hujan lebat disertai angin kencang selama beberapa jam menyebabkan puluhan pohon tumbang serta merusak bangunan milik warga.
Di Desa Kesilir dan Desa Tanjungrejo, tercatat 51 pohon roboh. Selain itu, 14 gudang tembakau ambruk dan sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
BPBD juga menyoroti peran penting Tim Reaksi Cepat dan relawan lokal yang dinilai sigap dalam melakukan pemantauan serta pelaporan kejadian di lapangan.
Menghadapi kondisi tersebut, Edy mengimbau masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah. Warga diminta aktif mengenali potensi risiko di lingkungannya, menjaga tutupan vegetasi, serta segera melaporkan tanda-tanda bahaya agar dampak bencana bisa ditekan.(Kur)








