GOPOS.ID, JEMBER – Kabupaten Jember terus memperkuat pelayanan publik melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Salah satunya lewat program Homecare yang dijalankan dalam agenda Bunga Desaku di Desa Rowotamtu, Rambipuji, Rabu (29/7/2026).
Bupati Jember Gus Fawait memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia memastikan layanan kesehatan hadir hingga rumah warga, terutama bagi keluarga miskin dan kelompok berisiko tinggi.
Program Homecare disebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Jember meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara bertahap.
Kebijakan itu juga diklaim sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan sumber daya manusia serta pemerataan layanan dasar dari desa.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan mendatangi sejumlah warga yang membutuhkan pemeriksaan medis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Dokter spesialis kandungan turut dilibatkan untuk memeriksa ibu hamil berisiko tinggi. Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan konsultasi kesehatan secara langsung.
Selain itu, petugas juga memantau tumbuh kembang balita yang terindikasi stunting melalui penimbangan dan evaluasi kondisi gizi.
“Program ini memang baru berjalan beberapa hari. Namun semangat tenaga kesehatan, Dinsos, hingga Puskesmas sangat luar biasa dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, setiap kebijakan besar membutuhkan penyempurnaan bertahap. Meski demikian, pelayanan harus tetap berjalan agar warga segera memperoleh manfaat.
Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar menyampaikan edukasi kepada masyarakat menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
“Jangan memakai istilah medis yang rumit atau membuat warga takut. Berikan penjelasan yang menenangkan agar mereka memahami kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Kepada keluarga yang memiliki anak stunting, Gus Fawait meminta petugas memberikan pendampingan serta dorongan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara optimal.
Tak hanya kesehatan, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk melihat kondisi rumah warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Bagi warga yang tinggal di atas tanah kas desa dan belum memenuhi syarat menerima BSPS, Pemkab Jember menyiapkan bantuan material bangunan melalui Cipta Karya bersama pemerintah kecamatan.
“Sakit sering menjadi penyebab masyarakat jatuh miskin. Karena itu pencegahan dan penanganan dari desa menjadi langkah penting,” tegas Gus Fawait.
Ia menjelaskan, pelayanan Homecare disesuaikan dengan kondisi wilayah. Daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat akan dilayani menggunakan sepeda motor oleh tenaga kesehatan.
Menurutnya, layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Kami ingin warga kurang mampu benar-benar merasakan memiliki dokter yang siap datang ke rumah. Selain layanan kesehatan, bantuan sembako juga kami salurkan untuk memperkuat perlindungan sosial,” pungkasnya.
Melalui integrasi pelayanan kesehatan, pendampingan gizi, bantuan perbaikan rumah, dan dukungan pangan, Pemkab Jember berharap percepatan pengentasan kemiskinan dapat dimulai dari tingkat desa.(kur)








