No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Beras Gorontalo Melimpah, Harga di Pasar Bikin Gundah

Hasan by Hasan
Senin 17 November 2025
in Gorontalo
0
Ilustrasi Beras

Ilustrasi Beras

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Hasanudin Djadin

Gorontalo mencatat kabar besar tahun ini. Produksi beras melimpah, melampaui kebutuhan daerah, dan menyisakan surplus lebih dari 45 ribu ton. Namun, di pasar-pasar harga beras masih bikin gundah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, luas panen padi di Gorontalo sepanjang tahun ini mencapai 54,15 hektar. Naik 15,32 persen atau bertambah 7,19 ribu hektar dibandingkan luas panen pada 2024.

Kenaikan luas panen membuat produksi gabah kering giling (GKG) melonjak hingga hampir 20 persen. Produksi GKG sepanjang 2025 diperkirakan bertambah 46,58 ribu ton sehingga jumlah keseluruhan menjadi 281,45 ribu ton. “Produksi gabah kering giling pada 2025 mengalami kenaikan 19,83 persen dibandingkan produksi padi GKG di 2024 yang sebanyak 234,86 ribu ton,” ujar Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti.

Produksi beras juga mengikuti pola yang sama. Total produksi beras untuk konsumsi penduduk diperkirakan sebanyak 157,15 ribu ton beras, naik 19,83 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, kebutuhan konsumsi masyarakat Gorontalo yang sebesar 111,93 ribu ton sudah tertutupi sekaligus meninggalkan cadangan cukup besar, lebih dari 45 ribu ton. Cadangan tersebut seharusnya menjadi bantalan harga dan pasokan.

Meski begitu, surplus ini menyimpan cerita lain. Perubahan pola panen padi menjadi catatan penting. Puncak panen 2025 datang lebih awal, pada Maret dengan luasan 8,25 hektar. Dibanding 2024, puncak panen terjadi pada September dengan luasan 11,49 ribu hektar. Ritme panen sawah yang berganti perlahan memberi tanda bahwa iklim, tak lagi sepenuhnya bisa diprediksi.

Seirama pola panen, produksi beras Gorontalo tidak merata setiap bulan. Puncak tertinggi produksi beras terjadi pada Agustus 2025 dengan capaian 25,96 ribu ton. Sementara pada Desember diperkirakan hanya 4,31 ribu ton, menjadi titik terendah sepanjang 2025. Denyut produksi naik turun yang cukup jomplang inilah membuka celah terjadinya fluktuasi harga di tingkat pedagang.

Baca Juga :  Polres Pohuwato Tempatkan Tiga Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Produksi di tingkat wilayah juga masih timpang. Kabupaten Gorontalo menjadi lumbung terbesar dengan 135,78 ribu ton GKG sepanjang 2025. Lalu disusul Boalemo sebanyak 44,82 ribu ton, dan Pohuwato sebanyak 33,12 ribu ton. Sementara Kota Gorontalo hanya menyumbang 8,22 ribu ton, menjadi sangat bergantung suplai dari daerah/kabupaten lain untuk pemenuhan kuota konsumsi.

Di meja makan warga, beras tetap menjadi komoditas yang tak tergantikan. Konsumsi per kapita mencapai 7,51 kilogram per bulan, lebih tinggi daripada rata-rata nasional sebesar 6,5 kilogram per bulan. Dengan penduduk yang kini menyentuh 1,24 juta jiwa, kebutuhan beras tahunan di Gorontalo mencapai lebih dari 111 ribu ton.

Tidak berhenti di atas meja makan. Beras menjadi faktor utama penentu garis kemiskinan. Data BPS Provinsi Gorontalo pada Maret 2025, beras memberikan sumbangan 31,44 persen terhadap garis kemiskinan di wilayah perkotaan (urban), dan 29,01 persen untuk wilayah perdesaan. Warga di wilayah perkotaan harus memilih jenis beras sesuai isi dompet. Setiap kenaikan harga, akan sangat terasa di kantong keluarga berpenghasilan rendah

Di sejumlah pasar tradisional, pada pertengahan November 2025, harga beras medium masih bertahan di kisaran Rp12.000–Rp14.000 per kilogram. Untuk jenis premium, angka itu melonjak hingga Rp16.000, bahkan menembus Rp20 ribu per kilogram di ritel modern. Harga-harga itu tetap membuat sebagian ibu rumah tangga mengencangkan pengeluaran.

Baca Juga :  Tampilan 7 Uang Kertas Baru TE 2022, Begini Cek Keasliannya

Surplus besar memang menjadi kabar baik, tetapi ia tidak otomatis meredam keresahan soal harga. Distribusi, biaya pascapanen, dan tata niaga masih menjadi simpul-simpul yang belum sepenuhnya rapi. Riset kolaboratif Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Gorontalo bersama Bank Indonesia (BI) pada 2023 menemukan kenyataan itu.

Dari sawah petani, gabah mesti singgah di banyak tangan: penggilingan, kolektor (pengepul), pedagang grosir, hingga pengecer. Setiap perantara ini menambahkan margin keuntungan untuk menutupi biaya operasional dan mengambil laba, yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen akhir. Disparitas harga menjadi sangat signifikan. Selisih harga dari tingkat petani hingga ke konsumen bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat.

Tidak berhenti di situ. Ulah spekulan yang bermain mata dengan pasar makin bikin keruh persoalan. Para pemburu rente itu memilih menahan barang, menciptakan kelangkaan semu. Sasaran mereka jelas: memancing harga naik setinggi-tingginya.

Akal-akalan lainnya: beras Gorontalo dialihkan ke pasar lain di luar daerah. Di sana, mereka mendapat untung lebih besar. Imbasnya, konsumen di Gorontalo terpaksa membayar harga beras jauh lebih mahal.

Gorontalo memang bertabur padi tahun ini. Namun, perjalanan memastikan hasil itu sampai ke dapur warga dengan harga terjangkau masih panjang. Fokus kebijakan pemerintah tidak bisa hanya pada peningkatan produksi atau ketersediaan stok semata, melainkan juga harus menyasar pemotongan mata rantai distribusi dan penataan ulang tata niaga agar harga di pasar menjadi lebih stabil dan wajar. Semoga, salam…(***)

Penulis adalah penanggung jawab media online gopos.id

Tags: Gorontaloharga berasPerpektif
Previous Post

Guru Non-Database Geruduk Deprov Gorontalo, Tuntut Gubernur Bertanggung Jawab

Next Post

Guru Honorer Non-Database Melantai di Deprov Gorontalo Menunggu Kepastian Janji

Related Posts

Gorontalo

Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

Jumat 25 September 2026
Gorontalo

DWP BKAD Turut Berpartisipasi dalam Penguatan Tata Kelola Organisasi DWP Provinsi Gorontalo

Jumat 25 September 2026
Gorontalo

Kreativitas Warga Binaan di Lapas Perempuan Gorontalo: Membangun Kemandirian Melalui Kerajinan Tangan

Jumat 25 September 2026
Reynold Gobel mewakili PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo menerima penghargaan dari Rektor UMGO sebagai mitra pendukung kegiatan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) 2026. (foto.istimewa)
Gorontalo

Dukung Kegiatan KKD 2026, PLN Nusantara Power UP Gorontalo Raih Penghargaan dari UMGO

Jumat 25 September 2026
Gorontalo

Kapolresta Gorontalo Kota Pimpin Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih

Jumat 25 September 2026
Gorontalo

Jumat Berkah, Dit Intelkam Polda Gorontalo Bagikan Makanan untuk Pengemudi Bentor

Jumat 25 September 2026
Next Post
Para guru honorer nondatabase duduk melantai di Gedung DPRD Provinsi Gorontalo. Mereka bertahan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Gorontalo terkait kejelasan nasib mereka. (Isno/gopos)

Guru Honorer Non-Database Melantai di Deprov Gorontalo Menunggu Kepastian Janji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.