GOPOS.ID, MARISA – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kabupaten Pohuwato memaparkan Rancangan Kebijakan Pembangunan Daerah Tahun 2027, dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Pemaparan tersebut disampaikan Kepala Bapppeda Pohuwato, Rustam Melleng, di hadapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat, berlangsung di Ruang Tarsius Bapppeda Pohuwato dan diikuti secara luring maupun daring, Selasa (03/02/2026).
Dalam pemaparannya, Rustam Melleng, menyampaikan kerangka berpikir RKPD Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, termasuk target indikator kinerja tahun 2027.
“RKP Nasional 2027 mengusung akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, lnvestasi, dan industri. Sementara RKPD Provinsi Gorontalo mendorong peningkatan layanan dasar, untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang Inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rustam
Rustam mengaku RKPD Kabupaten Pohuwato Tahun 2027 pemantapan infrastruktur, SDM dan tata kelola lingkungan untuk menunjang ekonomi dan daya saing daerah.
“Proyeksi pendapatan daerah kita sesuai target RPJMD, serta proyeksi belanja daerah sebagai bagian dari arah kebijakan fiskal Kabupaten Pohuwato tahun 2027,” tutur Rustam
Rustam menjelaskan capaian indikator makro pembangunan daerah mengalami perubahan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato menunjukkan tren positif, dari 2,20 persen pada 2021 meningkat menjadi 7,16 persen pada triwulan III tahun 2025, melampaui target RPJMD sebesar 4,5 persen.
Angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 18,08 persen pada 2021 menjadi 15,24 persen pada 2025, atau turun sebesar 1,87 persen dan lebih baik dari target RPJMD sebesar 17,0 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut meningkat dari 67,93 pada 2021 menjadi 70,59 pada 2025, melampaui target 70,5.
Untuk tingkat pengangguran terbuka, tercatat naik tipis dari 2,45 persen pada 2021 menjadi 2,83 persen pada 2025, namun masih berada di bawah target RPJMD sebesar 3,0 persen. Sementara itu, Gini Ratio menurun dari 0,413 pada 2021 menjadi 0,392 pada 2025, lebih baik dari target 0,400.
Di sektor investasi, realisasi menunjukkan lonjakan signifikan dari Rp 494,28 miliar pada 2021 menjadi Rp 4,15 triliun pada 2025. (Yusuf/Gopos)








