GOPOS.ID, GORONTALO – Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Provinsi Gorontalo yang diketuai Dr. Dikson Yasin melaksanakan audiensi resmi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Dra. Nia Nurhamidah Romli, M.H pada Rabu (10/12/2025).
Audiensi ini bertujuan memperkenalkan organisasi, memperkuat koordinasi, serta menyampaikan kesiapan APSI untuk berkolaborasi dalam penguatan penegakan hukum berbasis syariah di Provinsi Gorontalo. Dalam pertemuan ini hadir juga Wakil ketua PTA Gorontalo, Drs. Mohamad Yamin, S.H., M.H dan sekretaris Fahrurosyid S.H., M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Nia Nurhamidah dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran APSI sebagai organisasi profesi yang menaungi alumni sarjana syariah dan praktisi hukum syariah di Gorontalo.
“Kehadiran APSI di Provinsi Gorontalo sangat penting sebagai simbol penguatan peran pengacara syariah di tengah arus globalisasi nasional dan dunia yang semakin kompleks, terutama pada isu-isu kemanusiaan,” ujar Ketua PTA.
Ia menegaskan alumni syariah memiliki potensi besar untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di level internasional. Dengan keilmuan syariah yang khas, para advokat syariah diharapkan mampu tampil sebagai garda terdepan dalam penyelesaian perkara-perkara berbasis syariah.
Ketua PTA juga menyoroti tingginya kebutuhan advokat syariah, terutama pada kasus yang berkaitan dengan sengketa ekonomi syariah, sengketa waris, perbankan syariah, serta perkara-perkara lain yang memerlukan pemahaman hukum syariah secara mendalam.
Ia menekankan bahwa APSI ke depan harus mampu menjadi wadah utama bagi advokat syariah, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan advokat umum dalam penyelesaian perkara di lingkungan peradilan agama.
Ketua PTA meyakini bahwa APSI dapat melahirkan advokat syariah yang berkompetensi tinggi, beretika, dan memiliki ciri khas keilmuan yang kuat.
Selain memberikan dorongan, jajaran pimpinan Pengadilan Tinggi Agama juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan APSI. Mereka menilai bahwa terbentuknya APSI Gorontalo membuka jalan kerja sama jangka panjang, baik dalam peningkatan kapasitas advokat syariah, edukasi hukum masyarakat, maupun kolaborasi penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan sertifikasi.
Harapan serupa juga disampaikan Wakil Ketua PTA, Panitera, dan Sekretaris, yang melihat APSI sebagai mitra strategis peradilan agama di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dikson Yasin menyampaikan APSI telah memulai pendekatan dengan berbagai stakeholder untuk memperkuat eksistensi organisasi. Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah persiapan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) APSI di Provinsi Gorontalo.
“Dengan adanya audiensi ini, kami berharap APSI semakin dikenal sehingga lebih mudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan seluruh pihak terkait. Ini penting untuk mempersiapkan PKPA pertama APSI di Gorontalo,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan seluruh pihak agar APSI dapat berperan dalam menegakkan keadilan, mengurai problem kemanusiaan yang semakin meningkat, serta menjadi bagian dari ekosistem advokat yang profesional dan berintegritas di Provinsi Gorontalo.
Audiensi ini menjadi momentum bersejarah bagi APSI Gorontalo sebagai organisasi pengacara syariah yang baru terbentuk. Melalui pertemuan ini, APSI meneguhkan komitmennya untuk hadir sebagai mitra peradilan agama dan organisasi advokat lainnya di Gorontalo.
Dengan dukungan penuh dari Pengadilan Tinggi Agama, APSI berharap mampu mengambil peran penting dalam pembangunan hukum syariah dan penyelesaian sengketa yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.








