GOPOS.ID, JEMBER – Banjir bandang kembali menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Senin malam (2/2/2026), memaksa pemerintah daerah bergerak cepat mengamankan warga terdampak.
Arus sungai mendadak meluap dengan kekuatan tinggi, membawa lumpur, bambu, dan kayu, hingga masuk ke permukiman di bantaran sungai.
Merespons kondisi darurat itu, Pemkab Jember langsung menurunkan tim gabungan sejak malam kejadian guna mengevakuasi warga dan mengamankan lokasi rawan.
Langkah cepat tersebut dilakukan atas instruksi langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, yang menegaskan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Lukman, menyebut seluruh unsur langsung dikerahkan ke lapangan.
“Pemkab Jember bersama BPBD, kepala desa, dan Muspika langsung turun untuk mengamankan warga di sekitar aliran sungai,” kata Helmi.
Warga yang berada di titik rawan segera dievakuasi ke Polindes dan Balai Desa Pakis untuk menghindari risiko banjir susulan.
“Ibu-ibu, anak-anak, dan lansia kami ungsikan, sementara warga laki-laki berjaga di sekitar lokasi,” ujarnya.
Banjir bandang tersebut mengakibatkan satu warga dilaporkan hilang dan empat rumah di bantaran sungai mengalami kerusakan berat.
Menurut Helmi, rumah-rumah itu belum bisa ditempati hingga dilakukan normalisasi sungai secara menyeluruh.
“Nanti akan kami laporkan ke pemerintah provinsi untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk normalisasi sungai,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu sungai.
Meski hujan di lokasi kejadian tidak deras, debit air sungai justru meningkat tajam dengan arus sangat kuat.
“Empat dapur rumah warga tergerus dan satu orang terbawa arus,” kata Edy.
Korban diketahui bernama Wahid, staf pelayanan umum Kantor Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat menyelamatkan barang sebelum bagian rumahnya ambrol dan menyeret tubuhnya ke sungai.
“Hingga kini kami belum bisa memastikan korban berada di sekitar lokasi atau sudah terbawa arus,” ujarnya.
Pencarian korban dilakukan hingga Selasa dini hari, namun belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan kembali.
Data BPBD mencatat, 30 rumah di Desa Pakis terpapar banjir dengan endapan lumpur setinggi sekitar 20 sentimeter.
Sebanyak 30 jiwa terpaksa mengungsi di rumah warga sekitar akibat banjir tersebut.
Banjir juga melanda Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, merendam dua rumah dengan lumpur setinggi 40 sentimeter.
Terpisah, Bupati Jember Gus Fawait memastikan seluruh perangkat daerah bergerak serentak menangani dampak banjir bandang.
“Saya instruksikan BPBD, OPD terkait, camat, puskesmas, serta TNI-Polri untuk evakuasi dan penanganan darurat,” tegasnya.
Terkait warga yang hilang, Gus Fawait menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan pencarian terus dimaksimalkan.
“Pemerintah daerah akan mendampingi penuh keluarga korban dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” katanya.
Ia juga mengimbau warga di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (Kur)








