GOPOS.ID, PAGUYAMAN – Warga Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, dihebohkan dengan kematian mendadak dua ekor sapi betina, Senin, (02/02/2026).
Informasi kejadian ini pertama kali mencuat setelah beredar unggahan di media sosial Facebook melalui akun bernama “Neng Awa”
Dalam unggahan tersebut disebutkan dua ekor sapi betina jenis Brahman dan PO (Peranakan Ongole) ditemukan mati secara tiba-tiba. Kejadian ini kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian serta pihak terkait, untuk dilakukan pengecekan dan penelusuran di lapangan.
Kasus kematian ternak sapi mendadak ini diketahui bukan pertama kali terjadi di wilayah Kecamatan Paguyaman. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya juga telah dilaporkan oleh masyarakat, dengan gejala klinis awal yang menimbulkan kecurigaan.
Adapun gejala yang ditemukan pada ternak sebelum mati antara lain perut kembung atau membengkak, serta munculnya bercak coklat kehitaman di kulit dekat area mulut, kepala, dan leher. Pada bagian kulit yang terdapat bercak tersebut, kondisinya tampak melepuh, menyerupai luka akibat siraman air keras atau cairan zat kimia tertentu.

Diduga sapi mati akibat keracunan, namun penyebab pasti belum dapat disimpulkan. Untuk memastikan faktor utama penyebab kematian ternak, diperlukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium, termasuk pemeriksaan organ di Laboratorium Patologi dan Toksikologi Balai Besar Veteriner Maros.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab kematian maupun kemungkinan penyakit yang menyerang hewan ternak.
Kapolsek Paguyaman, Iptu Juwari, mengatakan belum menerima informasi kejadian tersebut dan turut melakukan penelusuran awal. Personel akan turun melakukan pengecekan, serta mengumpulkan keterangan dari pemilik ternak dan warga sekitar, Selasa (03/02/2026).
“Kami belum mendapatkan informasi adanya kasus kematian ternak sapi secara mendadak di Desa Mutiara. Untuk penyebab pastinya,” tutup Iptu Juwari (Yusuf/Gopos)








