GOPOS.ID, JEMBER – Program Homecare yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah dinilai memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Jember, Sasmiyanto, menilai kebijakan tersebut menjadi langkah konkret menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata hingga ke kelompok rentan.
“Program jemput bola seperti ini sangat baik. Pemerintah benar-benar hadir melayani masyarakat secara langsung. Jember bahkan menjadi daerah pertama yang menghadirkan terobosan semacam ini,” ujar Sasmiyanto, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pelayanan medis harus dapat dijangkau seluruh warga tanpa terkecuali.
Ia menjelaskan, keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) berbasis KTP sebelumnya sudah meningkatkan minat masyarakat untuk berobat. Meski demikian, persoalan akses masih menjadi hambatan.
“Biaya pengobatan memang sudah terjamin. Namun warga di wilayah pinggiran sering kesulitan ongkos menuju puskesmas atau rumah sakit sehingga akhirnya memilih tidak berobat,” katanya.
Sasmiyanto menilai Homecare menjadi solusi karena tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah pasien. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengatasi kendala geografis maupun keterbatasan ekonomi masyarakat.
Program unggulan Bupati Jember Gus Fawait itu didukung 50 kendaraan operasional yang ditempatkan di 50 puskesmas serta melibatkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan.
Layanan diprioritaskan bagi lansia penderita penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas, balita stunting, hingga masyarakat miskin ekstrem yang membutuhkan pendampingan medis.
“Melalui program ini, pelayanan kesehatan berkualitas tidak lagi hanya dinikmati masyarakat yang mampu. Warga kurang mampu pun bisa memperoleh kunjungan tenaga kesehatan langsung ke rumah,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Homecare juga menyediakan pemberian obat, layanan telemedicine dengan dokter umum maupun spesialis, serta rujukan dan pengantaran gratis bila pasien memerlukan perawatan lanjutan.
“Sebagai akademisi sekaligus bagian dari masyarakat Jember, kami mendukung penuh agar program Homecare terus berjalan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(kur)








