GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa dalam dunia politik seharusnya tidak ada ruang bagi dendam pribadi antar sesama politisi. Perbedaan pandangan dan dinamika politik menurutnya adalah hal yang biasa, namun tidak boleh merusak hubungan personal.
Hal tersebut disampaikan Adhan saat memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi yang digelar oleh LSM YAPHARA (Yayasan Penegak Hak-Hak Rakyat) di Hotel Grand Quality.
Dalam sambutannya, Adhan mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami ketegangan politik dengan Rusli Habibie beberapa tahun lalu, saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo pada periode pertama.
Meski saat itu terjadi perbedaan sikap yang cukup keras, Adhan menegaskan bahwa hal tersebut tidak pernah menyisakan dendam pribadi di antara keduanya.
“Dalam politik itu biasa berbeda pendapat, bahkan bersitegang. Tapi jangan sampai ada dendam. Politik itu dinamis, yang penting bagaimana kita tetap menjaga hubungan baik,” ujar Adhan.
Ia juga mencontohkan hubungan dirinya dengan Rusli Habibie saat ini yang justru terjalin baik. Kedua politisi senior tersebut kini disebutnya saling bahu-membahu dalam membangun Gorontalo sesuai dengan peran masing-masing.
“Buktinya sekarang tidak ada masalah. Kita tetap saling mendukung untuk membangun Gorontalo,” tambahnya.
Pernyataan Adhan tersebut juga diamini oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia bahkan mengaku terkadang merasa heran melihat dinamika hubungan kedua tokoh politik itu.
Menurut Idah, di ruang publik atau di media keduanya kerap terlihat berdebat atau berbeda pandangan. Namun di balik itu, hubungan komunikasi keduanya tetap berjalan baik.
“Saya kadang bingung juga melihat dua sosok ini, Pak RH dan Pak AD. Di media kelihatannya seperti berkelahi, tapi di belakang justru saling telepon-teleponan,” ujar Idah disambut tawa para tamu yang hadir.
Kegiatan silaturahmi YAPHARA tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh politik, pimpinan partai, serta tokoh masyarakat Gorontalo. Momentum ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat hubungan dan komunikasi antar elemen politik di daerah. (Rama/Gopos)








