GOPOS.ID, BANDARLAMPUNG – Anggota Komisi X DPR RI, Rycko Menoza, menekankan pentingnya pemutakhiran sistem desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, hal ini krusial agar bantuan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
“Perlunya pemutakhiran desil DTSEN agar bantuan tepat sasaran, khususnya bantuan pendidikan termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” ujar Rycko dalam Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan BPS di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyoroti masih banyak kasus di lapangan di mana keluarga yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat karena data desil tidak sesuai kondisi nyata.
“Saya kira butuh pemutakhiran data, juga untuk menyangkut pemberian PIP, KIP, dan bantuan-bantuan lainnya,” tambahnya.
Menurut Rycko, perubahan status desil yang tidak mencerminkan situasi ekonomi keluarga secara aktual bisa menjadi hambatan bagi masyarakat yang sebenarnya memenuhi syarat. Karena itu, akurasi data menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Ia juga mengajak masyarakat Lampung untuk aktif berpartisipasi dalam pendataan yang dilakukan BPS dengan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
“Masyarakat jangan takut dengan adanya sensus yang dilakukan BPS, karena informasi yang diberikan harapannya bisa digunakan sebagaimana mestinya,” katanya.
Rycko berharap keterlibatan masyarakat dalam memberikan data yang jujur akan membantu pemerintah membangun basis data yang lebih akurat. Dengan begitu, kebijakan dan program bantuan bisa disalurkan secara lebih tepat.(Antara/gopos)








