GOPOS.ID, GORONTALO — Pendidikan dasar bagi siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Angkatan 54 kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tidak hanya diisi dengan pembentukan fisik dan mental, tetapi juga ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Hal itu ditunjukkan dalam kegiatan penutupan Dasar Kebhayangkaraan (Dasbhara) yang dipimpin Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Gorontalo, Kombes Pol. Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, melalui kegiatan long march dan bakti sosial di Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

Para siswa menempuh perjalanan dari SPN Gorontalo menuju wilayah Batudaa Pantai dengan berjalan kaki. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembentukan karakter dan ketahanan fisik siswa sebelum menyelesaikan tahapan pendidikan dasar.
Dalam rangkaian kegiatan, para siswa terlebih dahulu bermalam di Desa Lamu. Di lokasi tersebut, mereka mengikuti sejumlah kegiatan pembinaan, termasuk berbivak dan jurit malam yang dirancang untuk melatih kemandirian, ketahanan mental, kedisiplinan serta kemampuan bekerja sama.
Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga titik akhir di Desa Lopo. Setibanya di lokasi, para siswa tidak langsung beristirahat, tetapi melanjutkan kegiatan dengan aksi bakti sosial berupa pembersihan sampah di kawasan pinggiran pantai.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian siswa Diktukba terhadap lingkungan sekaligus upaya menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat sejak berada dalam masa pendidikan.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk menguji ketahanan fisik dan mental para siswa, tetapi juga membangun karakter serta kepedulian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat. Seorang anggota Polri harus memiliki kemampuan, kedisiplinan, sekaligus jiwa pengabdian,” ujar Kombes Pol. Juprisan.
Ia mengatakan, kegiatan bakti sosial melalui pembersihan kawasan pantai menjadi bagian penting dalam membentuk kepekaan sosial siswa sejak berada di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin para siswa memahami bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” katanya.
Menurut mantan Kapolres Gorontalo Utara ini, rangkaian long march, bermalam di lapangan, jurit malam hingga kegiatan bersih pantai diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang tangguh, disiplin, mandiri dan memiliki semangat kebersamaan.
“Apa yang mereka jalani selama kegiatan ini menjadi bekal penting ketika nantinya mereka kembali ke masyarakat dan melaksanakan tugas sebagai anggota Polri,” tutur Juprisan.
Melalui rangkaian long march, kegiatan lapangan hingga bakti sosial tersebut, para siswa yang berjumlah 57 orang diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki ketangguhan, kedisiplinan dan kepedulian sosial sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri. (Isno/gopos)








