GOPOS.ID, GORONTALO – Sebanyak 74 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memulai tahapan pendidikan profesi melalui Penerimaan Kepaniteraan Umum (PANUM), Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FOK UNG tersebut menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa sebelum memasuki praktik profesi di rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., AIFO.P., mengatakan PANUM bukan hanya sebatas kegiatan orientasi, tetapi menjadi proses awal pembentukan karakter profesional calon perawat.
Menurutnya, mahasiswa profesi Ners harus memiliki kesiapan yang menyeluruh, mulai dari penguasaan akademik, etika, hingga mental dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mahasiswa harus memiliki kesiapan akademik, mental, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas,” ujar Hartono.
Ia menambahkan, profesi perawat tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, empati, integritas, serta tanggung jawab terhadap pasien.
“Melalui PANUM dan BTCLS, kami berharap mahasiswa semakin siap menghadapi pendidikan profesi, serta mampu menunjukkan kualitas terbaik ketika berada di lahan praktik. FOK UNG berkomitmen menghasilkan lulusan Ners yang kompeten, humanis, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan PANUM dijadwalkan berlangsung selama 3 hingga 15 Agustus 2026. Setelah itu, seluruh mahasiswa akan mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama satu minggu sebagai bekal kompetensi dasar penanganan kegawatdaruratan sebelum memasuki praktik profesi.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners FOK UNG, Ns. Ibrahim Suleman, S.Kep., M.Kep., menjelaskan PANUM menjadi masa transisi mahasiswa dari jenjang akademik menuju pendidikan profesi.
Selama dua pekan, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan mengenai tata tertib pendidikan profesi, mekanisme pembimbingan, capaian kompetensi, hingga berbagai aspek teknis yang akan diterapkan selama praktik klinik.
“PANUM menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa memasuki setiap stase profesi. Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memahami sistem pendidikan profesi, memiliki kesiapan akademik dan mental, serta mampu menjalankan praktik keperawatan secara profesional sesuai standar kompetensi,” jelas Ibrahim.
Melalui tahapan tersebut, FOK UNG berharap dapat mencetak lulusan Ners yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pelayanan yang humanis, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. (Rama/Gopos)








