GOPOS.ID, GORONTALO – Fakultas Hukum Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) terus memperkuat kualitas akademik mahasiswanya. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pelaksanaan Seminar Judul Skripsi perdana Program Studi Hukum Bisnis yang digelar di Aula Lantai 1 UNBITA, Rabu (29/7/2026).
Seminar judul tersebut menjadi momentum penting bagi Fakultas Hukum UNBITA dalam membangun budaya riset sejak tahap awal penyusunan skripsi. Melalui forum akademik ini, mahasiswa diberikan kesempatan mempresentasikan gagasan penelitiannya di hadapan dosen penguji untuk memperoleh masukan sebelum memasuki tahapan penelitian lebih lanjut.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengatakan seminar judul bukan sekadar memenuhi prosedur akademik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa.
“Kami ingin memastikan setiap penelitian mahasiswa memiliki arah yang jelas sejak awal. Seminar judul menjadi forum ilmiah untuk menguji kualitas gagasan, mempertajam rumusan masalah, serta memastikan penelitian mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hukum maupun penyelesaian persoalan hukum di masyarakat,” ujar Ellys.
Menurutnya, kemampuan melakukan penelitian ilmiah merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan hukum di tengah dinamika regulasi dan perkembangan masyarakat yang terus berubah.
“Lulusan hukum tidak cukup hanya memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus mampu menganalisis berbagai persoalan hukum secara ilmiah. Karena itu, metodologi penelitian harus dibangun dengan baik sejak tahap perencanaan,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNBITA, Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., menjelaskan seminar judul perdana ini merupakan bagian dari transformasi akademik yang dilakukan fakultas untuk memperkuat standar mutu pembelajaran.
Menurut Arif, setiap proposal penelitian perlu melalui proses telaah akademik yang komprehensif agar kualitas skripsi mahasiswa lebih terjaga dan penyelesaiannya berjalan lebih efektif.
“Seminar judul ini menjadi instrumen akademik untuk memastikan setiap proposal penelitian telah melalui proses evaluasi sebelum mahasiswa memasuki tahap penyusunan skripsi. Dengan begitu, kualitas penelitian dapat meningkat sekaligus mempercepat proses penyelesaian tugas akhir,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa mengangkat isu-isu hukum yang aktual dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penelitian yang baik bukan hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga mampu memberikan solusi, rekomendasi, dan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan maupun praktik penegakan hukum,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas penelitian, seminar judul juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi akademik, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menerima kritik dan masukan secara objektif.
Rektor UNBITA menilai budaya diskusi ilmiah perlu terus dibangun sebagai fondasi dalam mencetak lulusan yang kritis, argumentatif, dan berbasis bukti.
“Perguruan tinggi harus membiasakan mahasiswa berdialog melalui pendekatan ilmiah. Dari forum seperti ini lahir kemampuan berpikir kritis, keberanian mempertahankan argumentasi, serta kedewasaan intelektual yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia profesi,” ungkap Ellys.
Fakultas Hukum UNBITA optimistis seminar judul perdana ini menjadi awal lahirnya budaya riset yang semakin kuat di lingkungan kampus, sekaligus mendukung peningkatan mutu lulusan dan reputasi akademik institusi.
“Kami berkomitmen terus menghadirkan sistem akademik yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang bermutu, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Arif. (Rama/Gopos)








