GOPOS.ID, GORONTALO– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dua dosen UNG berhasil lolos memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang XI, salah satu skema pendanaan riset bergengsi di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti meningkatnya daya saing penelitian dosen UNG di tingkat nasional. Pendanaan RIIM diberikan kepada riset-riset yang dinilai inovatif, aplikatif, serta memiliki kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.
Dua dosen yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut yakni Dr. Heryati, S.T., M.T., dan Dr. La Ode Aman, M.Si., dengan tema penelitian yang berbeda namun sama-sama memiliki nilai strategis.
Dr. Heryati mengangkat penelitian berjudul “Model Konseptual Keberlanjutan Budaya Bermukim Masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo sebagai Dasar Kebijakan Pelestarian Rumah Tradisional.” Penelitian ini bertujuan menyusun model konseptual yang dapat menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan pelestarian rumah tradisional masyarakat Jaton di Gorontalo.
Riset tersebut diharapkan mampu mendukung pelestarian warisan budaya lokal sekaligus menjadi referensi bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan berbasis hasil penelitian.
Sementara itu, Dr. La Ode Aman meraih pendanaan melalui penelitian berjudul “Pengembangan Platform Nasional dalam Penemuan Obat: Integrasi Pendekatan Komputasi Molekular dan Kecerdasan Buatan.”
Penelitian tersebut mengembangkan pendekatan berbasis komputasi molekular dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempercepat proses penemuan kandidat obat baru. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas riset di bidang farmasi sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia dalam pengembangan obat berbasis teknologi.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengapresiasi keberhasilan kedua dosen yang mampu bersaing dalam program pendanaan riset tingkat nasional tersebut.
Menurut Eduart, capaian tersebut menunjukkan komitmen dosen UNG dalam menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa dosen-dosen UNG terus meningkatkan kualitas penelitian dan mampu bersaing secara nasional. Kami berharap pendanaan RIIM ini dapat menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta semakin memperkuat posisi UNG sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan inovasi melalui riset,” ujar Eduart.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para peneliti lainnya di lingkungan UNG untuk terus meningkatkan produktivitas riset, memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan di bidang sosial, budaya, kesehatan, maupun teknologi.
Menurutnya, UNG akan terus memperkuat budaya riset yang unggul dan berdampak melalui dukungan terhadap penelitian berkualitas, sehingga hasil riset tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (Rama/Gopos)








