GOPOS.ID, LEATO SELATAN – Gelombang laut yang tinggi kembali menguji ketahanan infrastruktur di wilayah pesisir. Kali ini, bagian pondasi dermaga kapal di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, mengalami kerusakan.
Kejadian tersebut menjadi perhatian publik, mengingat kawasan KNMP Leato sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi pengembangan kampung nelayan yang sempat mendapat sorotan di tingkat nasional.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah struktur penyangga di sekitar dermaga terlihat mengalami kerusakan. Pada beberapa bagian, konstruksi tampak bergeser, retak, hingga mengalami penurunan pada area pondasi yang langsung berhadapan dengan laut.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di wilayah Gorontalo memang kurang bersahabat. Curah hujan tinggi disertai angin kencang turut memicu peningkatan gelombang laut.
Kondisi tersebut sejatinya menjadi tantangan umum bagi bangunan di kawasan pesisir. Tekanan gelombang, potensi abrasi, serta perubahan cuaca ekstrem merupakan faktor yang semestinya telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan pembangunan.
Terlebih, fasilitas ini diperuntukkan bagi masyarakat nelayan yang aktivitasnya sangat bergantung pada akses dermaga sebagai sarana utama mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
“Iya tadi kami segera melakukan koordinas dengan KKP dan Dinas Perikanan Kota guna memastikan kondisi di lapangan dan mencegah dampak yang lebih besar. Hasil tinjauan lapangan tadi bagian yang mengalami kerusakan sisi pinggir shelter docking yang sekaligus menjadi tebing penguat,” jelas Aryanto Husain, Senin (18/06/2026).
Ia mengatakan debit air hujan yang besar bertemu dengan air pasang kemungkinan menyebabkan tanah di sekitar bangunan ini labil. Ini akan segera ditindaklanjuti KKP melalui kontraktor pelaksana, dan proses perbaikan pada bagian yang rusak akan segera dilakukan karena masih dalam masa pemeliharaan.
“Saya masih terus berkoordinasi lintas pihak agar kondisi betul-betul segera ditindaklanjuti sekaligus cari strategi agar kejadian ini tidak berulang,” tutupnya.
Kerusakan tersebut tidak terjadi pada struktur utama. Meski demikian, keberadaan fasilitas penunjang seperti dermaga tetap memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas nelayan.
Dermaga bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian vital dari sistem operasional nelayan, mulai dari aktivitas sandar kapal hingga distribusi hasil tangkapan.
Oleh karena itu, evaluasi teknis terhadap kondisi bangunan dinilai penting untuk memastikan kualitas konstruksi dan ketahanan infrastruktur terhadap kondisi alam.
Jika gelombang tinggi menjadi penyebab utama, hal tersebut merupakan risiko yang lazim di kawasan pesisir. Masyarakat juga berharap fasilitas yang dibangun benar-benar memiliki daya tahan yang memadai, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh para nelayan. (isno/gopos)








